Mahasiswa UGM, Pemuda Indonesia Berkontribusi dalam Kompetisi Seni Multimedi Internasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Seorang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan internasional di ajang kompetisi seni multimedi yang diadakan di Bangkok, Thailand. Luis Venriko Mumu, mahasiswa Program Teknik Nuklir Fakultas Teknik UGM, berhasil memenangkan juara pertama dalam kategori Seni Visual: Seni Tradisional dengan karya berjudul “When Fear Smiles”. Selain itu, ia juga terpilih sebagai salah satu pemenang Grand Prize, yang mewakili karya terbaik di setiap kategorinya.
Penghargaan ini diberikan dalam rangka memperingati 30 tahun Kesepakatan Bangkok, yang menekankan komitmen Asia Tenggara untuk menjadi zona bebas senjata nuklir dan senjata hancur massal lainnya. Kompetisi ini tidak hanya menjadi wadah bagi seniman muda, tetapi juga menjadi momentum penting dalam diskusi global tentang perdamaian dan penghapusan senjata nuklir.
Konsep Karya yang Menyentuh
Karya yang dipertunjukkan oleh Mumu mengangkat tema “Envisioning a World Without Nuclear Weapons” atau “Membayangkan Dunia Tanpa Senjata Nuklir”. Dalam wawancaranya, Mumu menjelaskan bahwa karyanya bertujuan untuk mengajak masyarakat mengubah perspektif dari ketakutan menjadi harapan, dari ancaman menjadi peluang, serta dari korban menjadi manusia yang lebih utuh.
“Melalui karya ini, saya ingin mengajak orang-orang untuk melihat dunia dengan sudut pandang yang berbeda,” ujarnya. Ia menilai bahwa bayangan senjata nuklir sering kali membuat manusia hidup dalam ketakutan, sementara konsep perdamaian justru bisa membawa keharmonisan dan kebebasan.
Pengalaman Berharga dalam Kompetisi
Selama tiga hari penyelenggaraan kompetisi, para finalis terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk upacara penghargaan, pameran seni, kunjungan ke fasilitas nuklir dan rumah sakit, workshop pengembangan keterampilan seni, pertukaran budaya, serta sesi diskusi dan jaringan dengan ahli nuklir dari Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik.
Selain itu, para peserta juga diundang untuk menghadiri acara peringatan dan pameran seni yang diselenggarakan oleh United Nations Regional Centre for Peace and Disarmament in Asia and the Pacific (UNRCPD) bersama Kementerian Luar Negeri Kerajaan Thailand. Acara ini menjadi momen penting bagi para peserta dari berbagai kategori, seperti film pendek, fotografi, dan seni visual, termasuk karya tradisional, grafis, dan berbasis AI.
Peran Generasi Muda dalam Menciptakan Dunia yang Lebih Aman
Menurut Mumu, generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan dunia yang lebih aman. Ia menekankan perlunya tindakan nyata dari pemuda saat ini, mulai dari meningkatkan literasi, menghadapi informasi palsu, serta menyampaikan aspirasi melalui advokasi kreatif dan bertanggung jawab.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi pemuda dalam bidang kebijakan, teknologi, dan kemanusiaan. “Pemuda memiliki kekuatan besar melalui platform digital, baik media sosial maupun saluran lainnya, untuk menyebarkan pesan perdamaian secara luas dan mencegah penyebaran informasi palsu,” tambahnya.
Keberhasilan Mahasiswa UGM di Panggung Internasional
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi pencapaian individu, tetapi juga menunjukkan kontribusi aktif mahasiswa UGM di tingkat internasional. Selain itu, hal ini juga memperkuat komitmen generasi muda Indonesia dalam mempromosikan dunia yang lebih aman dan damai tanpa senjata nuklir.





Saat ini belum ada komentar