Infrastruktur Jembatan di Bojonegoro Terancam Tidak Layak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah tantangan pengembangan infrastruktur, kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menghadapi masalah serius terkait kondisi jembatan yang ada. Sebanyak 44 titik jembatan di wilayah ini telah diusulkan untuk pembangunan baru maupun perbaikan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten (DPUBMPR) Bojonegoro, Chusaivi Ivan Rachmanto, menjelaskan bahwa usulan ini berasal dari hasil pendataan kondisi jembatan di lapangan.
“Sebanyak 44 titik lokasi jembatan telah diusulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan penanganan pembangunan baru maupun perbaikan, namun masih tahap awal dan akan dilanjutkan proses verifikasi lapangan oleh pihak terkait,” ujar Ivan.
Jembatan-jembatan tersebut tersebar di beberapa kecamatan seperti Tambakrejo, Gondang, Margomulyo, Sumberejo, Sukosewu, Balen, Kasiman, Ngraho, Ngasem, Temayang, Kapas, Malo, Purwosari, dan Kepohbaru. Usulan ini mencakup tiga kategori: jembatan yang belum terbangun, jembatan runtuh, dan jembatan rusak berat yang tidak bisa dilewati atau membahayakan pengguna.
“Pengusulan didasarkan pada kondisi riil jembatan di lapangan yang dinilai sudah tidak layak maupun belum tersedia,” tambah Ivan. Ia menekankan bahwa jembatan-jembatan ini merupakan infrastruktur vital yang mendukung akses masyarakat, terutama menuju satuan pendidikan serta sarana publik lainnya.
“Oleh karena itu keberadaan dan kelayakan jembatan dinilai sangat penting demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” imbuhnya.
Pentingnya Akses Jembatan dalam Kehidupan Sehari-hari
Jembatan menjadi salah satu elemen krusial dalam memastikan mobilitas masyarakat. Di Bojonegoro, banyak warga bergantung pada jembatan untuk mencapai sekolah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Kondisi jembatan yang rusak dapat menghambat aksesibilitas, terutama bagi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap risiko kecelakaan.
Selain itu, jembatan juga berperan dalam mendukung ekonomi lokal. Jika jembatan tidak layak, maka transportasi barang dan jasa bisa terganggu, yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, pemerintah setempat berupaya keras untuk memastikan bahwa semua jembatan yang diusulkan diperbaiki atau dibangun ulang sesuai standar keamanan dan kenyamanan.
Proses Pengajuan dan Verifikasi
Usulan pembangunan dan perbaikan jembatan ini masih dalam tahap awal. Ivan menjelaskan bahwa proses verifikasi lapangan akan dilakukan oleh pihak terkait sebelum keputusan akhir diambil. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa usulan yang diajukan benar-benar sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
“Kami sedang menunggu proses verifikasi agar bisa memastikan bahwa semua jembatan yang diusulkan memang memerlukan perbaikan atau pembangunan baru,” katanya.
Dalam waktu dekat, pihak dinas akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan survei dan evaluasi lebih lanjut. Dengan demikian, kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan efektif dalam mengatasi masalah infrastruktur jembatan di Bojonegoro.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski usulan ini telah diajukan, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran yang tersedia untuk proyek infrastruktur. Selain itu, adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat juga bisa memengaruhi prioritas pembangunan.
Namun, pihak pemerintah daerah tetap optimis bahwa usulan ini akan segera ditindaklanjuti. “Kami berharap pemerintah pusat dapat segera memberikan respons atas usulan ini sehingga kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi,” ujar Ivan.
Dengan adanya perbaikan jembatan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bojonegoro. Jembatan yang layak akan memastikan keselamatan pengguna dan mempermudah akses ke berbagai fasilitas umum. Dengan begitu, pemerintah daerah dapat lebih fokus pada pengembangan wilayah lain yang juga membutuhkan perhatian.***

>

Saat ini belum ada komentar