Cuaca Ekstrem di Jawa Timur: Penyebab dan Dampak Angin Kencang yang Mengguncang Wilayah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jum, 16 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Angin kencang yang terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir menimbulkan berbagai dampak, termasuk kerusakan infrastruktur dan gangguan transportasi. Peristiwa ini telah menjadi perhatian masyarakat dan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda.
Faktor Pemicu Angin Kencang
Menurut prakirawan BMKG Juanda, Restina Wardhani, angin kencang yang melanda Jawa Timur belakangan ini disebabkan oleh adanya pusat tekanan rendah di perairan bagian selatan Jatim. Keadaan ini memicu peningkatan kecepatan angin hingga mencapai 12-18 knot atau sekitar 24-33 km/jam. “Peningkatan kecepatan angin ini dikarenakan adanya pusat tekanan rendah di perairan bagian selatan Jawa Timur,” jelasnya.
Restina menambahkan bahwa kondisi cuaca ekstrem ini diprediksi akan berlangsung hingga tanggal 18 Januari 2026. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan memantau informasi cuaca secara berkala, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Dampak Angin Kencang pada Infrastruktur
Salah satu peristiwa paling signifikan terjadi di Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, pada Kamis (8/1), sekitar pukul 14.30 WIB. Angin puting beliung mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa kendaraan di area parkir. Dalam insiden ini, belasan kendaraan dilaporkan rusak, termasuk 10 unit kendaraan roda dua, 1 unit kendaraan roda empat, serta 1 unit fasilitas umum.
Kalaksa BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa tim reaksi cepat (TRC) BPBD langsung bertindak untuk melakukan evaluasi dan penanganan puluhan pohon yang tumbang. Aksi tersebut dilakukan bersama dengan petugas Bandara Juanda dan instansi terkait lainnya. “Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun luka-luka dari kejadian ini,” tambahnya.
Gangguan pada Transportasi Udara
Selain kerusakan infrastruktur, angin kencang juga menyebabkan gangguan pada operasional penerbangan. Tiga penerbangan terpaksa melakukan pengalihan pendaratan ke Bandara Ahmad Yani Semarang. General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan maskapai dan AirNav Indonesia untuk menyesuaikan jadwal penerbangan berikutnya.
Langkah Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat
Untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat angin kencang, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat berkendara. Selain itu, penting bagi warga untuk memperhatikan informasi cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG agar dapat mengambil langkah antisipasi.
Peristiwa cuaca ekstrem seperti ini tidak hanya mengganggu aktivitas harian, tetapi juga menjadi pengingat betapa pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi alam. Dengan pemantauan yang baik dan tindakan cepat, dampak dari fenomena cuaca ekstrem bisa diminimalkan.***





Saat ini belum ada komentar