ALC Diluncurkan, Yayasan BimaSakti Siap Kawal Desa Wisata Mojokerto
- account_circle Adis
- calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

oplus_1026
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Yayasan BimaSakti menegaskan komitmennya untuk bersinergi bersama Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ASIDEWI) dalam memajukan desa wisata di Kabupaten Mojokerto. Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Asidewi Learning Center (ALC) di Pendopo Bimasakti Farm, Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kamis (29/1) sore.
Melalui ALC, Yayasan BimaSakti siap menjadi wadah pembelajaran dan pendampingan bagi para pengelola desa wisata. Tidak hanya untuk Mojokerto, pusat belajar ini juga terbuka bagi pengelola desa wisata dari berbagai daerah di Indonesia.
Peluncuran ALC dihadiri langsung oleh perwakilan Universitas Airlangga (Unair) serta jajaran ASIDEWI dari Sumatra, Jember, dan sejumlah daerah lainnya. Kehadiran lintas wilayah dan akademisi ini menjadi bukti kuatnya semangat kolaborasi dalam pengembangan desa wisata nasional.
ALC dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan, peningkatan kapasitas, serta penguatan profesionalisme pengelolaan desa wisata berbasis potensi lokal. Sinergi Yayasan BimaSakti dan ASIDEWI diharapkan mampu melahirkan desa wisata yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Peluncuran ALC juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah pejabat daerah dan tokoh nasional. Kehadiran pusat pembelajaran ini dinilai strategis dalam memperkuat pariwisata desa sebagai penggerak ekonomi lokal.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mengapresiasi langkah Yayasan BimaSakti yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan desa berbasis potensi wisata alam, religi, dan budaya.
“Potensi yang kita miliki sangat beragam dan perlu dikelola secara profesional agar benar-benar memberi manfaat bagi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Isnawati Sumrambah, menilai ALC menjadi solusi atas tantangan pengelolaan desa wisata, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pengelolaan desa wisata harus ditopang SDM yang siap bersaing di era digital. Saya mengapresiasi Yayasan BimaSakti yang menghadirkan ASIDEWI sebagai wadah pembelajaran di Mojokerto,” jelasnya.
Dukungan kolaborasi lintas wilayah juga disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Ia menekankan pentingnya sinergi promosi pariwisata antardaerah, termasuk rencana memperkenalkan desa wisata Mojokerto kepada wisatawan Surabaya.
“Ke depan, saya akan mengusulkan promosi destinasi wisata Mojokerto melalui videotron di Surabaya, agar pengunjung tahu potensi desa wisata di sekitar Surabaya,” tuturnya.
Sebagai dukungan konkret, Deputy Direktur Utama PT Bimasakti Multi Sinergi, Suroto, menegaskan kesiapan Yayasan BimaSakti dalam mengawal digitalisasi pengelolaan desa wisata, mulai dari sistem pembayaran, tiket, hingga pemasaran.
“Kami siap bersinergi bersama ASIDEWI dan para pemangku kepentingan untuk menjadi wadah pembelajaran dan pendampingan, agar desa wisata dikelola secara transparan, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.(RED)
- Penulis: Adis

>
