Siswa SMP Tanam Ribu Mangrove untuk Lindungi Pesisir Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang pelajar SMP Negeri (SMPN) 1 Surabaya, Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto (13 tahun) menanam ribuan pohon mangrove sebagai upaya mencegah kerusakan pantai Kota Pahlawan.
Harley menyampaikan, tindakannya dimulai setelah melihat banyak pemberitaan mengenai penebangan hutan liar dan kerusakan pantai di Indonesia yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Meskipun menurutnya, ekosistem Mangrove mampu mengurangi gelombang besar, menghalangi erosi, mengurangi risiko banjir, serta menjadi perlindungan alami saat terjadi tsunami.
“Saya berharap Surabaya tetap aman. Mangrove dapat melindungi kita. Selama saya mampu menanam, saya akan terus menanam,” ujar Harley, di Surabaya, Senin (8/12/2025).
Selanjutnya, Harle mengambil inisiatif untuk menanam tanaman mangrove di sekolahnya.
Ia memulainya dengan mengidentifikasi jenis, perbanyakan tanaman hingga metode konservasi.
Akhirnya, Harley berhasil menanam 18.200 tanaman air dalam inisiatif yang diberi nama Mangrove Warrior.
Ia bekerja sama dengan petani budidaya di Wonorejo dan rekan sekelasnya.
“Gerakan Mangrove Warrior bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia, sebuah organisasi nasional yang berfokus pada konservasi mangrove dan perlindungan anak,” katanya.
“Kolaborasi ini telah mencakup penanaman di tiga lokasi, yaitu (kawasan pesisir di) Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih,” katanya.
Jenis-jenis mangrove yang dikembangkan adalah, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Sonneratia caseolaris, Bruguiera gymnorhiza, Bruguiera cylindrica, dan Ceriop.
Selanjutnya, Harley berencana menanam sebanyak 25 ribu pohon mangrove pada akhir Desember 2025.
Selain itu, rencananya ia akan menanam 40 ribu tanaman pada tahun 2026.
“Target (menanam mangrove) ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga pantai Surabaya agar tetap kokoh menghadapi banjir, erosi, dan ancaman tsunami,” katanya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menyampaikan bahwa tindakan Harley dengan menanam pohon mangrove di daerah pesisir merupakan upaya penanggulangan.
“Pada saat isu lingkungan ini menjadi perbincangan, yang terlihat hanyalah kerusakan alam dan bencananya. Masih ada masyarakat yang peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam melakukan pencegahan,” ujar Dedik.
Dedik berencana mengadakan sosialisasi dengan melibatkan siswa dalam kegiatan penanaman mangrove.
Untuk mencegah bencana alam yang terjadi di beberapa daerah.
“Jika pergerakan ini diikuti dan ditiru oleh teman-temannya. Bukan hanya semangatnya, tetapi juga inisiatif yang diajukan merupakan penerapan pemikiran untuk menjaga bumi ini,” katanya. ***

>

Saat ini belum ada komentar