Penjelasan Gus Zu’em tentang Ishlah dalam Perspektif NU
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 29 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Gus Zu’em, tokoh penting dalam lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), memberikan pandangan terkait kesepakatan yang disebut sebagai “ishlah” antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, peristiwa ini layak disyukuri karena mengakhiri kegaduhan yang berlangsung cukup lama di tengah masyarakat NU. Bagi para anggota organisasi, situasi tersebut seperti akhir dari parade suara yang ramai di sekitar rumah, sehingga suasana kembali tenang dan damai.
Namun, meskipun situasi tampak tenang di permukaan, Gus Zu’em menegaskan bahwa perlu diperhatikan arus bawah permukaan. Ia menyatakan bahwa kesepakatan ini bukanlah perdamaian yang utuh. Dalam konteks kelembagaan, ishlah ini sah secara hukum dan tertib secara etika, tetapi tidak sepenuhnya memperbaiki hubungan antara pihak-pihak yang berselisih.
Kesepakatan Organisatoris Bukan Perdamaian Sepenuhnya
Menurut Gus Zu’em, ishlah yang tercapai di Pondok Lirboyo lebih merupakan kesepakatan organisatoris untuk mempercepat pelaksanaan muktamar. Tujuannya adalah menyelesaikan konflik secara konstitusional sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU. Meski demikian, ia menilai bahwa konflik belum benar-benar terselesaikan. Isu-isu yang muncul sebelumnya hanya berpindah tempat.
Gus Zu’em juga menyampaikan bahwa pihak-pihak yang berselisih tidak merasa puas dengan hasil kesepakatan ini. Sebaliknya, mereka justru meningkatkan konsolidasi secara diam-diam, strategi yang lebih matang, serta hitung-hitungan yang lebih cermat. Hal ini menunjukkan bahwa masalah masih bisa muncul kembali di masa depan jika tidak ditangani secara mendalam.
Kritik terhadap Pendekatan Setengah Hati
Gus Zu’em menyoroti bahwa ishlah yang terjadi tidak sepenuhnya mencerminkan sikap saling memaafkan dan menjembatani luka yang ada. Ia menilai bahwa pendekatan ini terlalu fokus pada aspek administratif dan tidak mempertimbangkan sisi emosional serta spiritual yang lebih mendalam. Dalam tradisi pesantren, selalu diajarkan untuk melihat lebih jauh dari apa yang terlihat di permukaan.
Ia menekankan bahwa untuk menciptakan perdamaian yang nyata, diperlukan komitmen dari semua pihak untuk saling memahami, menghargai, dan memperbaiki hubungan. Tanpa hal ini, kesepakatan hanya akan menjadi solusi sementara yang tidak mampu mengatasi akar masalah.
Pandangan Masyarakat NU terhadap Situasi Saat Ini
Bagi warga NU, ishlah yang tercapai merupakan langkah positif yang membawa kembali ketenangan di tengah kegaduhan sebelumnya. Namun, bagi kalangan yang lebih kritis, situasi ini masih menimbulkan pertanyaan besar. Apakah ishlah ini benar-benar mampu mengakhiri perpecahan atau hanya sekadar mengalihkan masalah?
Pandangan Gus Zu’em menunjukkan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan dengan cara yang lebih transparan, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, NU dapat tetap menjadi organisasi yang kuat, harmonis, dan memiliki semangat persatuan yang tinggi. ***





Saat ini belum ada komentar