Pemilih Muda Naik, Elite Lama Diuji: PDIP Jatim Tata Ulang Mesin Politik
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Jawa Timur secara serentak akan digelar pada 20–21 Desember 2025 tidak hanya menandai agenda rutin organisasi. Di internal partai, forum ini dibaca sebagai arena awal penataan kekuatan politik menjelang Pilkada dan Pemilu berikutnya, sekaligus ujian nyata bagi agenda regenerasi kepemimpinan.
Secara resmi, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menegaskan komitmen membuka ruang bagi kader muda dan perempuan. Namun di balik itu, Konferda–Konfercab juga menjadi momentum reposisi pengaruh antara kelompok kader lama dan generasi baru yang mulai disiapkan untuk tampil di wilayah-wilayah strategis.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim, Sri Untari Bisowarno, secara terbuka mengakui bahwa estafet kepemimpinan harus mulai dipikirkan serius oleh generasi awal pasca reformasi.
“Kita dari generasi awal 1999 harus mulai berpikir memberikan tongkat estafet kepada anak muda.
Saat ini, anak muda menempati sekitar 65 persen pemilih, dengan generasi milenial mendominasi di dalamnya. Maka partai harus memiliki kepekaan terhadap minat, aspirasi, dan cara berpikir anak muda ke depan,” ujar Untari di Surabaya, Kamis (18/12/2025).
Pernyataan tersebut mempertegas perubahan arah strategi partai. Namun bagi kalangan internal, regenerasi bukan sekadar wacana demografis, melainkan beririsan langsung dengan kepentingan elektoral, terutama di daerah-daerah dengan basis pemilih muda yang kuat.
Surabaya, Malang, Banyuwangi: Wilayah Uji Regenerasi
Beberapa wilayah kunci di Jawa Timur disebut-sebut menjadi barometer keberhasilan regenerasi PDIP, di antaranya Surabaya, Malang Raya, dan Banyuwangi. Daerah-daerah ini memiliki tingkat kompetisi politik tinggi sekaligus basis pemilih milenial yang signifikan.
Di Surabaya, PDIP selama ini dikenal kuat dengan figur-figur mapan. Namun dinamika pemilih kota besar menuntut pendekatan baru, terutama di kalangan pemilih muda perkotaan. Konfercab di Surabaya dinilai menjadi ruang awal pemetaan apakah kader muda hanya akan mengisi struktur, atau benar-benar disiapkan sebagai aktor elektoral.
Hal serupa terjadi di Malang Raya, wilayah dengan populasi mahasiswa dan pemilih pemula yang besar. Regenerasi kepemimpinan di tingkat DPC dan PAC menjadi krusial untuk menjaga relevansi mesin partai.
Sementara di Banyuwangi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDIP, regenerasi diuji dalam konteks keberlanjutan kekuasaan lokal. Kader muda dituntut tidak hanya loyal secara ideologis, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan dan elektabilitas.
Kelompok Lama vs Generasi Baru
Secara internal, agenda regenerasi membawa konsekuensi langsung pada redistribusi pengaruh. Kader lama yang selama ini mendominasi struktur dihadapkan pada tuntutan adaptasi, sementara kader muda didorong naik lebih cepat ke posisi strategis.
Untari menegaskan bahwa peran pemuda dan perempuan harus menjadi satu kesatuan dalam penguatan organisasi.
“Pada perempuan, partai sudah menempatkan keharusan untuk hadir dalam kepengurusan di semua tingkatan. Peran perempuan dan pemuda hari ini adalah proses yang tidak terpisahkan. Organisasi tidak boleh mati, tetapi harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada,” tegasnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa regenerasi tidak akan berhenti pada simbol keterwakilan, tetapi diarahkan untuk menjaga daya hidup organisasi di tengah perubahan lanskap politik.
Regenerasi sebagai Strategi Elektoral
Bendahara DPD PDI Perjuangan Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menegaskan bahwa regenerasi bukan sekadar agenda internal, melainkan strategi menghadapi tantangan politik nasional dan daerah.
“Regenerasi memang wajib dilakukan dengan merekrut anak-anak muda yang memiliki potensi. Proses ini sedang terus dilakukan PDI Perjuangan, karena masa depan bangsa ke depan yang penuh tantangan ada di pundak anak muda,” ungkap Renny.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas keterwakilan perempuan sebagai bagian dari perluasan basis dukungan.
“Di samping itu, keterwakilan perempuan yang berkualitas dan mempunyai skill menjadi perhatian kuat di internal partai. Dan yang tidak kalah penting, tugas kita saat ini adalah memperluas basis dukungan di masyarakat,” tegasnya.
Konferda dan Konfercab serentak ini pada akhirnya menjadi tahap awal seleksi alam politik di tubuh PDIP Jawa Timur. Apakah regenerasi benar-benar melahirkan aktor politik baru, atau sekadar peremajaan struktur tanpa perubahan substansial, akan diuji pada kontestasi Pilkada dan Pemilu mendatang, khususnya di daerah-daerah kunci. (dk/nw)

>
>