Surat Terakhir dan Bata Berlumut: Kisah Seni yang Terkunci 21 Tahun di Malaysia
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- comment 0 komentar


DIAGRAMKOTA.COM – Seni, seorang pekerja migran dari Temanggung, akhirnya ditemukan setelah 21 tahun tidak dapat dihubungi oleh keluarganya karena ditahan oleh majikannya di Malaysia. Di sana, Seni mengalami penganiayaan dan tidak diberi upah.
Selama Seni menghilang, keluarga hanya menyimpan foto, surat terakhir, dan sedikit petunjuk kecil mengenai keberadaannya. Cerita Seni sangat menyedihkan.
Seperti apa?
Surat Terakhir dan Usaha Keluarga Mencari

Tidak pernah ada keluarga yang diam saat Seni menghilang. Hingga saat ini, pada usia yang ke-47 tahun, Seni akhirnya ditemukan.
Seni memutuskan untuk mencari nasib ke Malaysia pada tahun 2004. Setahun setelah pergi, Seni masih rutin mengirim surat kepada keluarganya yang tinggal di kampung.
Namun setelah itu, tidak pernah lagi ada surat yang datang. Seni seolah-olah menghilang tanpa jejak. Keluarga berusaha mencari Seni ke mana-mana.
“Menghubungi orang yang pertama kali membawa (ke Malaysia) tetapi tidak (membuahkan hasil),” ujar Slamet, Ketua RT tempat Seni tinggal di Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (23/11).
Selain itu, pernah juga dilakukan upaya mencari bantuan kepada orang yang dianggap pintar, tetapi tidak membuahkan hasil. “Usaha ke dukun itu ya tidak (mungkin) bisa. Tidak ada kabar apa-apa,” katanya.

Ketua RW 07, Ruwan, yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Seni menyampaikan bahwa setelah Seni menghilang tanpa kabar, suaminya kembali menikah.
“Lalu suaminya kembali ke rumah orang tuanya. Kira-kira dari saat Seni pergi hingga tiga tahunan. Seni tidak bisa dihubungi, cara orang yang kosong. Akhirnya menikah lagi,” katanya.
Pada masa itu, keluarga merasa tidak memiliki harapan lagi. Keluarga akhirnya menerima keadaan dengan ikhlas.
“Karena sudah lama. Bingung,” ujarnya.
21 tahun berlalu, Seni ternyata mengalami penindasan dan tidak diberi upah oleh majikannya di Malaysia. Seni masih hidup, ia berhasil diselamatkan oleh petugas setempat.
Tumpukan Bata Lumutan

Di halaman rumah orang tua Seni, di Kelurahan Mergowati, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, terlihat tumpukan bata yang tersusun rapi. Meski berlumut dan tidak terpakai, bata tersebut menjadi saksi bisu jejak Seni.
Batu bata tersebut sengaja dibeli oleh Seni beberapa saat sebelum berangkat ke Malaysia pada tahun 2004. Ia pergi ke Malaysia dengan maksud untuk meningkatkan kondisi ekonominya, termasuk memperbaiki rumahnya.
Batu bata itu telah tertutupi oleh lumut berwarna hijau. Sampai saat ini, bata tersebut belum pernah digunakan oleh pemiliknya.
Ruwan menceritakan tentang seni terkait batu bata.
“Kemungkinan (bata itu) untuk membangun rumah. Ya memiliki rumah, tapi rumahnya masih berbahan papan, belum menggunakan bata. Ingin (memperbaikinya) karena anggota keluarga pasti menginginkannya,” kata Ruwan.
Di desanya, tidak banyak penduduk yang bekerja di luar negeri. Namun, mereka yang pergi merantau biasanya memiliki tujuan untuk membangun rumah dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kabar Itu Datang

Keluarga akhirnya menerima informasi dari Seni. Harapan selama 21 tahun terkabul ketika polisi menyampaikan bahwa Seni masih hidup.
Pada masa itu, polisi datang mengunjungi Ismi, saudara perempuan Seni. Namun, Ismi sedang berada di luar kota. Polisi kemudian memberitahukan hal ini kepada Slamet. Pemberitahuan tersebut tiba sekitar bulan Oktober tahun 2025.
Keluarga berharap Seni segera kembali ke Temanggung dan bersatu dengan putranya, Riki Alfian, yang saat Seni pergi masih berusia 3,5 tahun. Kini Riki telah menikah dan memiliki keturunan.
Kemudian, momen yang menyentuh terjadi ketika Riki berhasil menghubungi Seni.
“Anak saya menelepon ke sana dan meminta ke kantor (sana) bisa. Lalu hari ini pada jam segini, akhirnya bisa bertemu (melalui panggilan video),” ujar Ismi, kakak Seni, saat diwawancara di rumahnya di Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (23/11).
Sejak Seni pergi, Riki diperlakukan oleh Ismi seperti anak kandungnya sendiri.
Ismi menceritakan saat panggilan video, Seni juga menanyakan kabar Ismi. Pada saat itu, Ismi tidak mampu menahan air mata.
“Lalu tanya ‘sampean sehat. Sehat. Saya menangis.ora nangis wae kang“aja menangis terus,” katanya.

Pada masa itu, Seni pertama kalinya bertemu dengan cucu dan menantunya (istri Riki). Seni tidak sempat melihat anaknya meminang kekasih hatinya.
“Siapa ini? Saya tidak tahu. Ini anak Riki (cucu Seni),” kata Walmi, saudara ipar Seni.
Demikian pula Riki, ia tidak menyadari bahwa sosok yang ada di layar adalah ibunya.
“Riki juga tidak tahu ibunya itu,” katanya.
Slamet, ketua RT, menyatakan telah menonton video Seni. Menurutnya, yang membedakan Seni adalah rambutnya yang sekarang pendek. Selain itu, terdapat luka di mulutnya.
“Saya melihat videonya Bu Seni. Memang itu Bu Seni. Tapi dulu rambutnya panjang dan bibirnya tidak seperti sekarang (tidak sumbing),” katanya.
Sekarang, keluarga berharap Seni segera kembali ke Temanggung. ***





Saat ini belum ada komentar