Guru SLB Surabaya Aktif Bantu Murid Cari Pekerjaan Layak
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Cuaca kota Surabaya yang terasa panas menyengat kulit, meskipun sebagian besar wilayah Indonesia sedang memasuki musim hujan, tidak mengurangi semangat M Ali Muhaidhori, Kepala SLB-A Yayasan Pendidikan Anak-Anak Buta (YPAB) Surabaya, dalam mengikuti even Job Fair atau pameran kerja khusus disabilitas yang diadakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Ali tidak sendirian. Ia juga didampingi oleh dua guru dan satu siswa, yang keseluruhannya adalah penyandang disabilitas penglihatan. Dari kejauhan, terlihat mereka mengunjungi satu per satu stan dari berbagai perusahaan yang menawarkan berbagai jenis peluang kerja. Namun sayangnya, belum ada perusahaan yang memberikan kesempatan kerja bagi warga Kota Pahlawan yang merupakan penyandang disabilitas penglihatan.
Sebagai informasi, pameran kerja khusus untuk penyandang disabilitas diadakan oleh Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Kota Surabaya di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan. Sepuluh perusahaan turut serta menyediakan total 285 posisi jabatan.

Suasana pameran kerja khusus bagi penyandang disabilitas yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya, bekerja sama dengan sepuluh perusahaan yang menawarkan 285 posisi jabatan. /Bisnis-Julianus Palermo
Jika sebagian besar guru lainnya menikmati peringatan Hari Guru Nasional dengan penuh kebahagiaan, Ali bersama dua guru SLB-A YPAB Surabaya justru langsung pergi ke pasar kerja. Mereka berusaha keras mencari pekerjaan yang layak untuk siswa lulusan sekolah mereka.
“Kami, dalam hal ini, adalah lembaga pendidikan, dan kami juga memiliki program untuk alumni. Alumni dari sekolah kami yang memang belum mampu melanjutkan studi atau belum mendapatkan pekerjaan, khususnya bagi penyandang disabilitas penglihatan,” ujar Ali.
Berdasarkan beberapa stan yang telah dikunjungi oleh Ali, belum ada satupun posisi pekerjaan yang cocok dengan muridnya. Ali merasa kecewa, terutama karena dalam brosur bursa kerja yang beredar luas, tercantum adanya kesempatan kerja untuk penyandang disabilitas, termasuk bagi tuna netra.
“Dari flayer atau undangan memang terbuka untuk teman-teman tunanetra low vision atau tunanetra parsial, tetapi dari beberapa, kami sudah berkunjung ada lima tenant mungkin tadi itu masih belum menerima,” kata Ali.
Ia juga menyampaikan, beberapa stan perusahaan belum mampu memutuskan apakah mereka bisa menerima pelamar yang tuna netra. Ali mengatakan, mereka masih perlu mendiskusikan dengan atasan mereka, apakah posisi tersebut dapat diisi oleh tuna netra.
“Sebenarnya bersedia menerima, tetapi dengan syarat masih dalam pembahasan lebih lanjut apakah teman-teman penyandang disabilitas penglihatan dapat terlibat di dalam perusahaan atau mengambil posisi tertentu di dalam perusahaan tersebut,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa banyak perusahaan yang belum sepenuhnya menerima, dan bisa menolak pelamar kerja tunanetra karena keterbatasan penglihatan.
Meskipun demikian, berkat bantuan teknologi dan persiapan yang baik, pekerja penyandang disabilitas penglihatan dapat bekerja di posisi back office atau dukungan operasional internal perusahaan, seperti bagian pemasaran hingga administrasi perusahaan.
“Kami juga memiliki siswa atau lulusan yang bisa masuk ke bidang pemasaran digital, tetapi bagian menjelaskan promosi,” kata Ali.
Ali juga berharap perusahaan-perusahaan di Surabaya dapat membuka kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas, khususnya tunanetra. Mereka mampu mandiri dan menjalankan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka, serta tidak kalah dibandingkan karyawan biasa.
“Temannya sebenarnya tidak mengalami kendala. Dengan adanya teknologi dan metode orientasi mobilitas, seseorang bisa pergi ke mana saja secara mandiri. Dengan cara orientasi ruang tersebut, terlebih dahulu mengenal lokasi,” tutupnya. ***





Saat ini belum ada komentar