Akhir Pekan, Pasar Seni dan Jajanan Jadoel di Ijen Banyuwangi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 24 Nov 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Menambahkan daftar hidden gem di kawasan kaki Gunung Ijen Banyuwangi, kini hadir Pasar Seni dan Jajanan Tradisional Jaman Doeloe (Jadoel) yang terletak di Dusun Karangan Tengah, Desa Licin Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur.
Pameran Seni dan Makanan Tradisional “Jadoel” diadakan setiap akhir pekan pada malam Sabtu mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.
Kulineran ini menggabungkan pasar makanan lokal dengan pertunjukan seni tradisional.
Berbagai jenis makanan tradisional tersedia di sini. Contohnya ayam kampung dengan bumbu kukus, kopat lodoh, semanggi, geseng, kare, dan kikil. Selain itu juga tersedia camilan seperti kue lopis dan lanun, berbagai jenis ketan serta kue kucur.
Dihibur Seni Pertunjukan
Tidak hanya itu, pengunjung yang sedang menikmati masakan akan diberi hiburan oleh pertunjukan seni tradisional.
Dimulai dari seni Kuntulan, tari Gandrung, kesenian Barong, Gagak Lodro, dan yang lainnya.
“Ini merupakan kreativitas masyarakat desa yang sangat membanggakan. Selain mendorong perekonomian lokal, tempat ini juga menjadi daya tarik baru di kawasan Golden Route Ijen. Wisatawan akan memiliki banyak pilihan saat melakukan staycation di area kaki Ijen,” ujar Bupati Ipuk Fiestiandani, Senin (24/11/2025).
Bentuk Baru Destinasi Wisata Tempat Tersembunyi
Rute Emas Ijen adalah merek baru yang digunakan untuk mengidentifikasi destinasi wisata yang tersembunyi di kaki Gunung Ijen, yang berada di Banyuwangi.
Banyak pilihan destinasi yang terdapat dalam Ijen Golden Route. Mulai dari berbagai objek wisata alam, kuliner khas, kafe yang cocok untuk foto di media sosial, hingga tempat penginapan yang menarik dan bernuansa etnik.
“Pasar makanan ini akan memperkaya tujuan wisata di kawasan Ijen. Silakan mengunjungi Ijen Golden Route,” ujar Ipuk.
Berbagai Camilan Khas Banyuwangi
Kepala Desa Licin Donny Arsilo Sofyan mengatakan, Pasar Seni dan kuliner Jadoel menyediakan berbagai macam makanan khas Banyuwangi yang disajikan oleh 40 pedagang makanan dari warga sekitar.
“Penjualnya adalah penduduk setempat. Jadi kami menjamin rasanya autentik Banyuwangi,” katanya.
Selain berperan sebagai wadah untuk meningkatkan perekonomian daerah, destinasi baru ini juga menjadi tempat untuk mengekspresikan dan melestarikan seni serta budaya lokal.
“Kecamatan kami merupakan salah satu daerah tempat tinggal masyarakat Suku Osing yang kaya akan kearifan lokal dalam seni dan budaya. Potensi ini pula yang kami tampilkan di Pasar Seni dan kuliner tradisional Jadoel,” tutupnya. ***





Saat ini belum ada komentar