DPRD Surabaya Pertanyakan Pinjaman Daerah Rp 281,7 Miliar untuk PJU
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Johari Mustawan, Anggota Komisi D DPRD Surabaya.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp 281,7 miliar untuk pemasangan penerangan jalan umum (PJU) menuai sorotan dari Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Surabaya.
Anggota Banggar DPRD Surabaya, Johari Mustawan, meminta agar Pemkot menjelaskan secara rinci lokasi, manfaat, serta dampak ekonomi dari proyek tersebut sebelum pinjaman disetujui.
“Harapan kita Pemkot bisa lebih merinci dan memastikan output serta outcome dari program yang dibiayai pinjaman daerah,” tegas Johari yang juga anggota komisi D saat rapat di gedung DPRD Surabaya, Rabu (24/9).
Johari menegaskan DPRD akan mengawasi ketat bila pinjaman daerah ini disetujui. Menurutnya, pemasangan PJU sebaiknya diprioritaskan di kawasan strategis, misalnya sentra wisata kuliner, bukan sekadar di pemukiman warga.
Lebih jauh, politisi PKS ini menilai pembangunan rumah sakit lebih potensial dibandingkan proyek PJU jika tujuan utama pinjaman adalah untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).
“Kalau tujuannya PAD, arahkan pada program-program yang langsung bisa mendatangkan pertumbuhan ekonomi. Rumah sakit, terutama yang sudah berdiri, punya potensi besar karena sudah ada pasien dan jejaring,” ujarnya.
Berdasarkan rencana Pemkot, pembiayaan proyek PJU dengan skema pinjaman daerah akan dilakukan bertahap: Rp 50,2 miliar pada 2025, Rp 125 miliar pada 2026, dan Rp 106,4 miliar pada 2027.
Johari menutup dengan peringatan agar Pemkot lebih matang dalam mengambil keputusan pinjaman daerah, mengingat target pertumbuhan ekonomi Surabaya dalam RPJMD naik dari 5,7 persen menjadi 7,7 persen pada 2029.
“DPRD mengingatkan agar pinjaman daerah dipakai dengan pertimbangan urgensitas yang matang,” tandasnya. (dk/nw)

>
>
>
