Protes Pembongkaaran Posko PDI Perjuangan, Solikhin: “Saya Diperlakukan Seperti Teroris”

DIAGRAMKOTA.COM – Rencana pembongkaran posko PDI Perjuangan yang terletak di Jalan Kalilom Lor Indah, Kelurahan Tanah Kalikedinding, Kecamatan Kenjeran, menuai reaksi keras dari pemiliknya, Solikhin alias Achmad Mauliddin. Ia menyatakan akan mengirimkan surat resmi ke DPP PDI Perjuangan terkait tindakan pembongkaran sepihak oleh aparat yang dijadwalkan pada 23 Juli mendatang.

“Saya mendirikan posko ini sebagai rumah aspirasi partai. Awalnya tidak ada keberatan dari pihak RW maupun Camat. Tapi setelah berjalan dua sampai tiga bulan, baru muncul surat dari Satpol PP kecamatan, katanya ada laporan warga ke command center,” ujar Solikhin kepada media, Rabu (16/7/2025).

Solikhin menuturkan, meski telah menerima beberapa surat teguran dari Satpol PP tingkat kecamatan hingga kota, ia tetap tidak menggubris karena merasa posko tersebut hanya berupa kanopi non-permanen. Bahkan, ia sempat mendatangi Satpol PP Kota untuk mengajukan permohonan izin.

“Saya sudah minta izin. Mereka bilang tunggu beberapa hari, nanti akan ditelepon. Tapi malah saya dapat surat lagi, isinya bukan teguran biasa, tapi perintah pembongkaran. Saya baru terima surat itu hari Rabu, tapi Senin berikutnya aparat sudah ramai di depan posko,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Solikhin mengaku kaget dengan skala besar penertiban tersebut yang melibatkan berbagai instansi: “Ada PM, Babinsa, Polsek, Dishub, Satpol PP kota dan kecamatan, intel Polres, Lurah, Camat, bahkan pengurus RT dari RT 1 sampai RT 18. Saya ini dianggap apa? Teroris?”

Ia juga menyayangkan sikap partai yang tidak hadir untuk membelanya. “Saya berjuang untuk PDI Perjuangan, bukan menikmati partai. Tapi saat saya ditekan, tidak ada satu pun yang membantu saya,” ucapnya dengan nada kecewa.

Konflik ini diduga tidak lepas dari ketegangan lama antara Solikhin dan sejumlah pengurus RT, yang disebut-sebut melaporkan keberadaan posko ke command center.

Solikhin pun mengungkap adanya bukti percakapan WhatsApp antara RW dan RT yang menurutnya menunjukkan keberpihakan. “Dalam pesan RW yang saya simpan, tertulis semua tergantung dua RT itu. Ini makin menunjukkan RW tidak netral, atau bahkan ikut bermain,” tandasnya.

Dengan eskalasi yang terus meningkat, Solikhin menyatakan dirinya akan terus menempuh jalur resmi dan akan menyurati DPP PDI Perjuangan untuk meminta kejelasan dan perlindungan terhadap kader partai di lapangan. ***