Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya Kritik Terkait Tenaga Medis dan Akreditasi RSUD Eka Candrarini

DPRD Surabaya Kritik Terkait Tenaga Medis dan Akreditasi RSUD Eka Candrarini

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 21 Des 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Launching Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini menuai kritik terhadap akan berlangsungnya operasional rumah sakit di kawasan Surabaya Timur itu. Diantaranya peminjaman tenaga kesehatan (Nakes) dan akreditasi yang dinilai kilat.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Michael Leksodimulyo, menyoroti peminjaman tenaga medis dari RSUD BDH dan RSUD Soewandie untuk RSUD Eka Candrarini. Menurutnya, langkah ini perlu dikaji lebih dalam karena kedua rumah sakit tersebut juga membutuhkan tenaga medis, baik dokter umum maupun spesialis.

“Apakah langkah ini justru akan memberatkan RSUD BDH dan Soewandie? Itu perlu dipertimbangkan dengan seksama,” ujar dr. Michael Jum’at 20 Desember 2024.

Lebih lanjut, dr. Michael juga mempertanyakan kelayakan akreditasi RSUD Eka Candrarini yang baru beroperasi kurang dari tiga bulan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) No. 12 Tahun 2020, rumah sakit yang baru beroperasi seharusnya melakukan akreditasi paling lambat dua tahun setelah memperoleh izin operasional.

“Apakah rumah sakit yang belum beroperasi lama ini sudah layak untuk diakreditasi? Standar yang ada jelas menyebutkan rumah sakit baru harus beroperasi minimal tiga bulan sebelum melakukan akreditasi,” jelas dr. Michael.

Politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini menambahkan bahwa proses akreditasi seharusnya tidak dilakukan terburu-buru, apalagi jika itu membebani rumah sakit lain yang sudah beroperasi.

“Terlihat kesannya seperti yang penting buka saja, tanpa memperhatikan kesiapan operasional dan sumber daya yang dibutuhkan,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Agus Mashuri, anggota Komisi D lainnya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya, selain tenaga medis, semua sektor pendukung rumah sakit, seperti kebersihan dan parkir, juga harus dipersiapkan dengan matang.

Pihaknya juga menekankan pentingnya selektivitas dalam pemilihan tenaga medis dan menegaskan bahwa rumah sakit yang baru beroperasi harus memastikan bahwa kebutuhan tenaga kerja tidak mengganggu kinerja rumah sakit lain yang sudah berjalan. Oleh karena itu, Agus juga menekankan pentingnya memprioritaskan warga Surabaya untuk mengisi tenaga kerja di RSUD Eka Candrarini, termasuk tenaga medis.

“Kami mengusulkan agar tenaga medis yang dipilih berasal dari Surabaya, untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga dari luar kota,” kata Agus.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • LENSA FOTOGRAFER SAN DIEGO

    Mengabadikan Kekayaan Budaya Melalui Lensa Fotografi San Diego

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 125
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Seorang fotografer asal San Diego, Israel Castillo, sedang mengubah cara masyarakat melihat pertandingan sepak bola dengan karya-karyanya yang menangkap kehidupan di antara para penggemar. Dengan proyek foto “Among the Supporters”, ia tidak hanya memotret pertandingan, tetapi juga menggambarkan perasaan, latar belakang, dan kisah-kisah unik yang hidup di dalam stadion selama pertandingan San Diego FC […]

  • Ketua Dewan Nasional SETARA Institute: Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Konstitusi

    Ketua Dewan Nasional SETARA Institute: Polri Tetap di Bawah Presiden Sesuai Konstitusi

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 390
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Wacana yang diusulkan oleh anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Deddy Sitorus, mengenai kemungkinan menempatkan Polri di bawah kendali TNI atau Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), menuai kritik keras dari berbagai pihak. Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, dalam siaran persnya, menyatakan bahwa usulan tersebut tidak hanya bertentangan dengan semangat reformasi, tetapi […]

  • Surabaya

    Kenapa Surabaya Jadi Kota Favorit? Ini Alasannya!

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, yang dikenal sebagai kota pahlawan, memiliki sejarah yang kaya dan beragam. Kota ini didirikan pada abad ke-14 dan awalnya dikenal sebagai pelabuhan penting yang mendukung perdagangan maritim antara pulau-pulau di Indonesia dan negara-negara lain. Surabaya berfungsi sebagai pusat perdagangan dan juga sebagai tempat pertemuan berbagai budaya, yang menjadikannya salah satu kota multi-etnis […]

  • Tokoh Masyarakat Palembang H. Halim

    Kondisi Kesehatan yang Memburuk dan Kematian Tokoh Masyarakat Palembang H. Halim

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 149
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabar duka menyelimuti masyarakat Palembang setelah salah satu tokoh masyarakat, H. Halim, meninggal dunia pada Rabu (22/1/2026) pukul 14.25 WIB di Rumah Sakit Siti Fatimah. Almarhum sempat mengalami kondisi kritis dalam beberapa hari terakhir akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Menurut keterangan dari Penasihat Hukum H. Halim, Liza Merida, almarhum sudah dalam keadaan kritis […]

  • Transparansi : Polres Situbondo Pasang QR Aduan Propam Polri di Kendaraan Dinas

    Transparansi : Polres Situbondo Pasang QR Aduan Propam Polri di Kendaraan Dinas

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 130
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai upaya meningkatkan transparansi dan pengawasan terhadap kinerja personel, Polres Situbondo Polda Jatim meluncurkan inovasi layanan aduan online melalui Barcode Yanduan Cepat Propam Polri. Uniknya, barcode ini ditempelkan langsung pada kendaraan dinas operasional agar lebih mudah dijangkau dan diakses oleh masyarakat. Pemasangan stiker barcode tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar […]

  • Cek Penerima BSU

    Dana Bagi Hasil 2026 Mengalami Penurunan Signifikan di Jawa Timur Dipangkas Rp 7,6 Triliun, Sampang Terkecil

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 143
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah pusat mengumumkan perubahan besar dalam alokasi dana bagi hasil (DBH) untuk tahun 2026. Kebijakan ini menimbulkan reaksi keras dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya kabupaten dan kota yang tergantung pada pendanaan tersebut. Angka pengurangan mencapai Rp 7,6 triliun atau sekitar 57 persen dibandingkan tahun 2025. Perubahan Besar dalam Alokasi Dana Dana Bagi […]

expand_less