Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Bali Pulau Dewata Surga Yang Mulai Terusik?

Bali Pulau Dewata Surga Yang Mulai Terusik?

  • account_circle Arie Khauripan
  • calendar_month Senin, 16 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMBali, Pulau Dewata, Fajar Dunia. Segala julukan indah tercurah untuk pulau yang satu ini. Bagi banyak orang, Bali adalah kepingan surga, tempat pelarian dari hiruk pikuk kehidupan.

Namun, di balik keindahannya, Bali kini menghadapi tantangan baru dengan  membeludaknya wisatawan.

Kehadiran wisatawan memang membawa berkah bagi perekonomian Bali. Namun, di sisi lain, membeludaknya turis juga membawa dampak negatif. Kebebasan dan ketenangan yang dulu menjadi ciri khas Bali mulai terusik.

Pemerintah daerah Bali pun tak tinggal diam. Unit Satpol PP Pariwisata dibentuk untuk menanggulangi masalah yang ditimbulkan oleh ulah wisatawan. Tugas mereka beragam, mulai dari menangani turis mabuk hingga memastikan wisatawan berpakaian santun saat memasuki pura.

Masyarakat Bali sendiri juga merasakan dampak negatif dari membeludaknya wisatawan. Keluhan mengenai perilaku buruk turis pun bermunculan.

Tahun lalu, Gubernur Bali bahkan mengusulkan pembatasan kuota turis asing. Meskipun usulan tersebut tidak terwujud, angka deportasi turis asing terus meningkat.

Tahun lalu Bali mendeportasi 340 warga asing, kebanyakan berasal dari Rusia, Inggris, Amerika Serikat dan Nigeria. Angka deportasi ini naik dari 188 orang di tahun 2022. Pelanggaran yang mereka lakukan di antaranya habis masa berlaku izin tinggal (overstay), bekerja ilegal, dan bertindak tidak sopan di tempat yang dianggap suci.

Bali memang tetap menjadi destinasi wisata paling populer di Indonesia. Namun, pertanyaan besar kini muncul. bagaimana menjaga keindahan dan keaslian Bali di tengah membeludaknya wisatawan?

Bali, seperti surga lainnya, membutuhkan keseimbangan. Keindahan alam dan budaya Bali harus dijaga agar tetap lestari. Di sisi lain, manfaat ekonomi yang dihasilkan dari pariwisata juga harus tetap terjaga.

Pada Desember lalu, dua turis asal Amerika Serikat dan Bermuda ditangkap setelah video mereka yang tengah cekcok masalah pembayaran di sebuah salon kecantikan menjadi viral. Keduanya lantas dideportasi pada Februari, seperti yang dilaporkan oleh kepolisian setempat.

Awal tahun ini, polisi Bali menangkap tiga warga Meksiko atas perampokan yang melukai seorang wisatawan asal Turki.

Jumlah wisatawan ke Bali diprediksi akan mencapai rekor tertinggi tahun ini, seiring dibukanya kembali sektor pariwisata usai pandemi. Namun masalah yang akan ditimbulkan oleh membeludaknya wisatawan menjadi kian nyata.

Meski risiko masalah di depan mata, tapi Bali tetap menghendaki banyak wisatawan datang untuk menggantikan pemasukan di sektor wisata yang hilang ketika pandemi menghantam perekonomian mereka. Pada 2021, hanya ada 51 wisatawan asing yang datang ke Bali, bandingkan dengan 6,3 juta orang pada 2019.

Angka turis asing ke Bali mencapai hampir 5,3 juta pada tahun lalu, melampaui target 4,5 juta. Kepala Dinas Pariwisata Bali Tjokorda Bagus Pemayun mengatakan, tahun ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno telah menaikkan targetnya menjadi tujuh juta.

“Semoga ini bisa tercapai, seiring dengan semakin banyaknya maskapai penerbangan menambah rute ke Bali,” kata Tjokorda kepada diagramkota.com, Minggu (15/9/2024)

Membanjirnya turis tidak hanya meningkatkan kejadian perilaku buruk, melainkan juga berdampak pada sumber daya alam Bali. Citra Bali rusak akibat pembangunan yang tak terkendali, kepadatan penduduk dan kemacetan.

Tantangan ini membutuhkan solusi yang bijak dan komprehensif. Mungkin, saatnya Bali untuk merenungkan kembali konsep pariwisata yang berkelanjutan, yang tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam dan budaya. (dk/niluh ishanori)

  • Penulis: Arie Khauripan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Atap Stadion Gelora Penataran Blitar Roboh Akibat Angin Kencang, Kerugian Rp 2 Miliar

    Atap Stadion Gelora Penataran Blitar Roboh Akibat Angin Kencang, Kerugian Rp 2 Miliar

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Atap Stadion Gelora Penataran Blitar Roboh Akibat Angin Kencang DIAGRAMKOTA.COM – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Selasa (14/10/2025) mengakibatkan atap tribun penonton Stadion Gelora Penataran di Kecamatan Nglegok ambruk. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 15.41 WIB, setelah sebelumnya cuaca dalam kondisi mendung dan gelap. Hujan disertai angin kencang menjadi penyebab utama […]

  • BNN Ungkap 1,2 Ton Barang Bukti, Diskominfo Jatim Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba ke Masyarakat

    BNN Ungkap 1,2 Ton Barang Bukti, Diskominfo Jatim Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba ke Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 157
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jawa Timur semakin memperkuat langkah terintegrasi dalam penanggulangan narkoba tahun 2025 melalui kolaborasi antar berbagai instansi pemerintah dan aparat penegak hukum. Salah satu bentuk nyata dari sinergi ini adalah partisipasi aktif Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur dalam webinar nasional bertema “Satukan Langkah Berantas Narkoba” yang diselenggarakan secara virtual oleh Direktorat Jenderal […]

  • 7 Ancaman yang Didapatkan Lee Gang dalam Tubuh Dal Yi di Moon River

    7 Ancaman yang Didapatkan Lee Gang dalam Tubuh Dal Yi di Moon River

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 72
    • 0Komentar

    DIARGAMKOTA.COM – Lee Gang (Kang Tae Oh) menghadapi berbagai ancaman serius setelah jiwanya masuk ke tubuh Park Dal Yi (dalam Moon River. Ia harus beradaptasi dengan kehidupan rakyat biasa yang jauh lebih rentan dan penuh bahaya. Situasi ini membuat setiap langkahnya harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Tak hanya soal identitas yang harus disembunyikan, Lee Gang juga […]

  • Polri Kerahkan Pasukan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar — Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan

    Polri Kerahkan Pasukan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar — Percepatan Tanggap Bencana & Dukungan Penanganan Lapangan

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 101
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Polri mengerahkan kekuatan pasukan dalam skala besar sebagai respons cepat terhadap penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini merupakan bagian dari percepatan dukungan strategis, perluasan area evakuasi, serta penambahan sumber daya identifikasi korban dan pemulihan psikologis masyarakat terdampak. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., […]

  • Rakernis SDM Polri 2025, Irjen Pol Anwar: Wujudkan personel yang semakin unggul, adaptif dan berintegritas dukung Asta Cita

    Rakernis SDM Polri 2025, Irjen Pol Anwar: Wujudkan personel yang semakin unggul, adaptif dan berintegritas dukung Asta Cita

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 274
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri menggelar Rapat Kerja Teknis (Rakernis) SDM Polri Tahun Anggaran 2025 pada 8–9 Mei 2025. Kegiatan ini mengusung tema “SDM Polri yang Unggul, Adaptif, dan Berintegritas Guna Mendukung Terwujudnya Asta Cita”, dan dibuka secara resmi oleh Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Pol Anwar, S.I.K., M.Si. Dalam arahannya, Irjen […]

  • Raperda Kepahlawanan Mandek, Palu Dewan Lebih Berat dari Semangat Arek Suroboyo?

    Raperda Kepahlawanan Mandek, Palu Dewan Lebih Berat dari Semangat Arek Suroboyo?

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 274
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah gegap gempita peringatan Hari Pahlawan 10 November, dengan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan dan pidato yang berapi-api di Balai Kota, sebuah ironi justru menyeruak di antara upacara. Para seniman, budayawan, dan veteran perang menatap satu hal yang hilang dari daftar penghormatan tahun ini: palu pengesahan Raperda Pemajuan Kebudayaan, Kejuangan, dan […]

expand_less