Kontroversi Film Horor Kiblat Yang Dibintangi Yasmin Napper dan Ria Ricis hingga Arbani Yasiz

Film671 Dilihat

Diagram Kota Surabaya – Kontroversi film Kiblat tidak hanya muncul dari netizen dan tokoh agama, tetapi juga dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang meminta agar film tersebut tidak tayang di bioskop.

MUI menilai bahwa penggunaan kata “kiblat” sebagai judul film dan poster yang menggambarkan sesuatu yang seram dapat dianggap sebagai kampanye hitam terhadap ajaran agama.

Beberapa alasan yang menjadi kritikan terhadap film Kiblat adalah dinilai mencemarkan dan mengeksploitasi agama.

Poster yang menampilkan seseorang dengan mengenakan mukena dan wajah yang tampak menengadah, bukannya menunduk seperti saat rukuk, dianggap tidak etis bagi agama Islam.

Selain itu, beberapa tokoh menganggap film tersebut tidak mendidik dan justru bisa membuat orang takut untuk menjalankan beribadah.

Meskipun produser film telah menarik promosi Kiblat dari media sosial dan LSF juga mengungkapkan bahwa film tersebut belum lulus sensor, banyak pihak masih meminta agar film ini tidak tayang di bioskop.

Baca Juga :  Terminal Mengwi di Bali Menjadi Alternatif Keberangkatan Wisatawan Domestik Setelah Libur Lebaran

Kritikan yang datang dari tokoh agama dan MUI menunjukkan bahwa film ini telah mengundang kontroversi yang cukup besar sebelum tayang.

Para tokoh agama mengkritik poster dan judul film Kiblat. Mereka menilai poster dan judul tersebut tak etis bagi agama Islam. Dai sekaligus penulis Hilmi Firdausi mengkritik Kiblat merupakan contoh film yang tak mendidik.

“Dengan segala hormat kepada para produser film Indonesia, tolong hentikan membuat film horor seperti film Kiblat ini,” tulis Hilmi Firdausi di media sosial dikutip diagamkota.com, Selasa (26/3/2024).

“Sama sekali tidak mendidik, bahkan membuat sebagian orang jadi takut salat…dulu kejadian yg sama terjadi pada sekuel film makmum, khanzab dst,” lanjut tulisan Hilmi Firdausi.

Baca Juga :  Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas dan Dampaknya Pada Kondisi Ekonomi Global

Ia pun meminta para sutradara, produser, dan penulis naskah untuk bisa memproduksi film-film mendidik dan mengeksploitasi agama, terutama Islam. Ia menegaskan begitu banyak hal mulia dalam Islam.

“Jangan sampai sekarang salat pun jadi ikut-ikutan seram karena dijadikan tema dalam film horor. Umat Islam pun harus berhenti menonton film-film seperti ini. Insyaallah jika tidak ada pasarnya, film-film semacam ini tidak akan dibuat lagi,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis bahkan meminta film besutan rumah produksi Leo Pictures berjudul Kiblat tidak tayang di bioskop.

Cholil berpendapat film tersebut bisa mengarah ke promosi sensitif karena menggunakan kata “kiblat” sebagai judul yang dianggapnya tidak pas.

“Saya tak tahu isi filmnya maka belum bisa komentar. Tapi gambarnya seram kok, judulnya kiblat ya. Saya buka-buka arti kiblat hanya Ka’bah, arah menghadapnya orang-orang shalat,” kata dia lewat unggahan di Instagram, Minggu (24/3/2024).

Baca Juga :  Pendeta Gilbert Lumoindong Di Laporkan ke Polisi Terkait Ceramah Kontroversi Ibadah dalam Islam

“Kalau ini benar, sungguh film ini tak pantas diedar dan termasuk kampanye hitam terhadap ajaran agama maka film ini harus diturunkan dan tak boleh tayang,” sambungnya,” sambungnya.

Diketahui Film Kiblat merupakan salah satu film horor yang rencananya akan tayang di tahun 2024. Film tersebut dibintangi oleh Yasmin Napper, Ria Ricis hingga Arbani Yasiz. Pada Kamis (21/3/2024), film Kiblat telah resmi merilis poster dan trailer.

Namun tak lama setelah perilisan tersebut, film Kiblat kini ramai dikritik netizen dan terancam diboikot karena dianggap melecehkan simbol agama. (dk/akha)

Share and Enjoy !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *