Diagram Kota Jember – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember akan melakukan pemanggilan dan meminta klarifikasi sejumlah petugas PPK dan PPS yang sebelumnya dilaporkan warga atas beredarnya video memperlihatkan gestur atau pose-pose jari dukung-mendukung kepada salah satu pasangan capres-cawapres.
“Iya benar kita sudah terima laporan resmi ya kemarin diserahkan oleh warga,” ujar Komisioner KPU Jember, Ahmad Hanafi kepada wartawan Jumat (2/2/2024).
Menurutnya, KPU Jember tengah melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak yang bersangkutan atau terlibat dalam video pose-pose jari penyelenggara pemilu yang viral tersebut.
“Hasilnya seperti apa, akan kami klarifikasi kepada pihak tersebut. Hasil klarifikasi nanti seperti apa, maka penindakannya menyesuaikan dengan prosedur yang ada,” tegasnya.
Hanafi juga mengungkapkan, penindakan terhadap PPK maupun PPS yang bermasalah harus melalui mekanisme dan tahapan sendiri. Tidak bisa langsung diberhentikan secara sepihak.
“Tetap akan kita tindaklanjuti namun untuk penanganan laporan harus tetap mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Hanafi.
Sementara Komisioner Bawaslu Jember Wiwin Riza Kurnia mengungkapkan, proses dugaan pelanggaran pada sejumlah orang dengan pose jari tersebut masih didalami.
Wiwin menegaskan bahwa Bawaslu Jember akan bekerja sama dengan KPU untuk menyelesaikan kasus ini sesuai dengan prosedur yang berlaku. Jika terbukti melakukan pelanggaran, maka akan ada sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Saat ini masih dalam penelusuran. Kami akan memastikan semua pihak yang terlibat akan mendapat perlakuan yang adil dan sesuai dengan hukum,” tambahnya.
Kedua lembaga tersebut sepakat untuk menindaklanjuti laporan tersebut dengan serius dan menyelesaikan kasus ini secara transparan dan adil. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan percaya pada proses hukum yang sedang berjalan. (dk/agus.h)