Viral Kehilangan Tumbler di Kereta, KAI Daop 8 Surabaya Ingatkan Penumpang Lebih Waspada
- account_circle Shinta ms
- calendar_month 17 jam yang lalu
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM- Fenomena hilangnya tumbler saat bepergian dengan kereta api yang belakangan ramai dikeluhkan di media sosial turut menjadi perhatian PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya.
Di tengah tren penggunaan tumbler sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan, KAI mengingatkan penumpang untuk tidak hanya membawa tumbler, tetapi juga lebih waspada terhadap seluruh barang bawaannya selama perjalanan.
Sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan, KAI Daop 8 Surabaya terus mengampanyekan gerakan “Jangan Lupa Bawa Tumbler” sebagai upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Kampanye ini juga dibarengi dengan penguatan imbauan menjaga barang pribadi agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebiasaan membawa tumbler, sejumlah stasiun keberangkatan kereta jarak jauh di wilayah Daop 8 telah dilengkapi fasilitas Water Station. Fasilitas tersebut tersedia di Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, Malang, Lamongan, dan Sidoarjo.
Penumpang dapat mengisi ulang air minum secara mandiri menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. KAI juga menargetkan seluruh stasiun keberangkatan akan dilengkapi fasilitas serupa secara bertahap.
Selain mendukung perjalanan ramah lingkungan, KAI kembali mengingatkan bahwa sesuai ketentuan, kehilangan atau kerusakan barang pribadi menjadi tanggung jawab masing-masing penumpang.
Artinya, tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI apabila terjadi kehilangan.
Meski demikian, KAI tetap menyediakan layanan Lost and Found di setiap stasiun untuk membantu penumpang yang kehilangan barang. Petugas akan mencatat, menyimpan, dan mengamankan barang temuan hingga diambil kembali oleh pemiliknya.
Untuk wilayah Daop 8, pengambilan barang temuan dapat dilakukan melalui Pos Pengamanan Stasiun Surabaya Gubeng, Surabaya Pasar Turi, dan Malang.
Menariknya, tumbler justru menjadi salah satu barang yang paling sering tertinggal. Sepanjang periode Januari hingga Oktober 2025, layanan Lost and Found Daop 8 mencatat 197 tumbler ditemukan.
Dari jumlah tersebut, baru 24 tumbler yang diambil kembali oleh pemiliknya, sementara 173 tumbler masih tersimpan aman. Data ini memperkuat pentingnya edukasi agar penumpang selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan area stasiun.
Adapun mekanisme penanganan barang hilang di KAI dilakukan secara terstruktur, mulai dari pelaporan kepada petugas stasiun, pengecekan data barang temuan di layanan Lost and Found, hingga pengambilan barang dengan menunjukkan identitas diri serta bukti kepemilikan.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik. Di sisi lain, kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Luqman Arif, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya.
Melalui kampanye ini, KAI Daop 8 Surabaya mengajak masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.
Membawa tumbler, menjaga barang bawaan, serta mematuhi arahan petugas menjadi langkah sederhana yang memberi dampak besar bagi kenyamanan dan keselamatan bersama. (sms)
- Penulis: Shinta ms




