Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Kuota Haji Berkurang, Calon Jemaah Khawatir

Kuota Haji Berkurang, Calon Jemaah Khawatir

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AA1DwgzD

DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan calon jemaah haji dari Kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 berpotensi tidak bisa berangkat akibat penyesuaian kuota haji. Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) sekaligus Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kemenhaj Sukabumi, Abdul Manan mengatakan pihaknya hingga kini masih menunggu keputusan dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terkait penerapan kebijakan baru tersebut.

Abdul Manan menjelaskan, dengan merujuk pada peraturan terbaru, yaitu Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 mengenai perubahan ketiga dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, berdasarkan perhitungan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kuota haji Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya sebanyak 1.535 orang, mengalami penurunan signifikan menjadi hanya 124 orang. Pengurangan ini mendapat respons dari para calon jemaah haji di Sukabumi.

Calon jemaah haji merasa cemas terkait rencana penerapan kuota berdasarkan nomor urut proporsi Provinsi Jawa Barat. Sebenarnya kita masih menunggu keputusan dari pusat mengenai kuota tersebut di tingkat kabupaten/kota. Adapun informasi yang beredar hari ini merupakan perhitungan estimasi yang dikeluarkan oleh Provinsi Jawa Barat,” ujar Abdul Manan, Selasa, 11 November 2025.

Ia mengakui dalam beberapa hari terakhir banyak calon jemaah haji yang datang ke kantornya untuk meminta penjelasan dan klarifikasi terkait kebijakan baru tersebut. Namun, Abdul Manan menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan akhir dari pemerintah pusat ke tingkat kabupaten/kota. Menurutnya, kecemasan para calon jemaah haji ini juga terjadi di wilayah lain, khususnya di Jawa Barat.

“Beberapa hari ini, banyak jemaah yang datang ke kami untuk menanyakan dan meminta penjelasan terkait hal tersebut. Mereka mengatakan bahwa ketika melakukan cek estimasi keberangkatan melalui aplikasi Haji Pintar atau Satu Haji, jadwal keberangkatan mereka yang awalnya di tahun 2026 menjadi tertunda. Beberapa di antaranya berubah menjadi 2029, 2030, dan seterusnya. Oleh karena itu, mereka datang kepada kami,” tambahnya.

Ia mengakui masih berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Barat, guna memastikan apakah kebijakan tersebut benar-benar akan diimplementasikan di kabupaten/kota. Jika benar-benar diterapkan, disertai dengan turunnya Surat Keputusan, pihaknya selanjutnya akan menyampaikan informasi tersebut kepada calon jamaah haji di Sukabumi.

“Kami memang hingga saat ini belum bisa secara pasti menyampaikan kaitan dengan kepastian hal tersebut karena kami masih menunggu SK. Provinsi juga telah melakukan langkah-langkah proaktif, baik melalui Komisi VIII DPR RI perwakilan Jawa Barat maupun langsung ke Kemenhaj RI. Telah mengirim surat terkait rumusan-rumusan atau formula-formula dalam penentuan kuota tersebut agar tidak seperti yang sedang diperbincangkan di masyarakat,” ujarnya.

Abdul Manan mengakui bahwa kebijakan terbaru ini menentukan kuota jemaah haji berdasarkan jumlah pendaftar atau daftar tunggu, bukan lagi berdasarkan jumlah penduduk Muslim di suatu wilayah. Di Jawa Barat, katanya, kuotanya berkurang dari 38.000 menjadi 29.000. Kuota tersebut mencakup jemaah haji, pemimpin ibadah haji, dan petugas haji daerah. Hal ini termasuk dalam data jemaah haji reguler.

Itu menjadi kuota haji provinsi saat ini, bukan lagi kuota haji kabupaten/kota. Jika sudah menjadi kuota haji provinsi, maka provinsi akan mengatur prioritas berdasarkan urutan Provinsi Jawa Barat. Jadi, tidak lagi diurutkan berdasarkan kabupaten/kota. Selanjutnya, di Kabupaten Sukabumi, yang mendaftar pada tahun 2012, 2013, dan 2014, semuanya telah berangkat. Sementara di daerah lain belum bisa berangkat,” tambahnya.

Ia memahami jika kebijakan baru ini mendapat berbagai respons dari masyarakat, terutama calon jemaah haji. Terlebih sebagian besar calon jemaah haji yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada tahun 2026 telah melakukan pembekalan dan manasik haji serta persiapan lainnya. Apalagi rencananya kebijakan ini akan berlaku selama tiga tahun. Jika benar-benar diterapkan, maka kuota haji Kabupaten Sukabumi secara otomatis tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2026. Ia mengakui bahwa kebijakan tersebut bisa menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat, khususnya para calon jemaah haji. Mengingat sebagian besar calon jemaah haji yang sebelumnya direncanakan berangkat pada tahun 2026 telah menjalani bimbingan dan manasik haji serta berbagai persiapan lainnya.

Lebih lanjut, kebijakan ini direncanakan berlaku selama tiga tahun. Jika benar-benar diberlakukan, maka kuota haji Kabupaten Sukabumi secara alami tidak akan berbeda jauh dibandingkan tahun 2026. Ia menyadari bahwa kebijakan baru ini mungkin memicu berbagai respon dari masyarakat, khususnya calon jemaah haji. Mengingat banyak dari mereka yang sebelumnya dijadwalkan berangkat pada tahun 2026 telah melakukan pembekalan dan manasik haji serta persiapan lainnya. Selain itu, kebijakan ini direncanakan berlaku selama tiga tahun. Jika benar-benar diterapkan, maka kuota haji Kabupaten Sukabumi secara otomatis tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2026.

“Rumus kuota tersebut akan mengacu pada urutan porsi provinsi sebelumnya. Jadi, jika aturan ini diberlakukan secara otomatis, kuota obat Sukabumi tidak akan jauh berbeda dengan tahun 2026 ini. Namun, kembali lagi, terkait kepastian hal tersebut, kami masih menunggu SK dari pusat,” tutup Abdul Manan.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun mengharapkan pemerintah pusat untuk lebih dahulu mempertimbangkan, atau jika diperlukan, menunda penyesuaian kuota haji pada tahun 2026. Alasannya, calon jemaah haji di Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya direncanakan berangkat sudah mempersiapkan segala sesuatu menjelang keberangkatan, termasuk menjual harta bendanya agar tetap bisa berangkat pada tahun 2026.

“Kami berharap kuota ini dikembalikan sesuai porsinya seperti tahun-tahun sebelumnya, karena memang kondisi jemaah sudah siap, terutama untuk pelunasan dan bimbingan manasik. Persiapan keberangkatan sudah dilakukan mulai dari paspor, dan lainnya. Kami mendukung tetapi bukan di tahun ini, misalnya pada tahun 2027. Jangan terburu-buru, harus benar-benar disosialisasikan dengan baik kepada masyarakat dan jemaah haji,” katanya.

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rayakan HUT ke-60 Golkar , DPD Golkar Surabaya Mulai Berangkatkan Peserta Ziarah Wali 5

    Rayakan HUT ke-60 Golkar , DPD Golkar Surabaya Mulai Berangkatkan Peserta Ziarah Wali 5

    • calendar_month Sabtu, 5 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya, – Rangkaian perayaan HUT Golkar ke 60 di kota Surabaya mulai bergulir. Pada perayaan HUT Golkar ke 60, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar memberangkatkan sebanyak 60 bus rombongan ziarah wali 5 tahap pertama pada Sabtu (5/10/2024). Pemberangkatan 60 bus tersebut dilakukan secara bertahap mulai awal oktober hingga puncak peringatan HUT ke 60 Golkar […]

  • Jalan Tol di Jawa Timur Tarif Tol Sedyatmo

    Informasi Utama tentang Jalan Tol di Jawa Timur Pangkas Waktu Perjalanan 1,5 Jam Menjadi 30 Menit

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 109
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jalan tol yang terletak di Jawa Timur memiliki panjang sekitar 34,5 kilometer. Jalur ini terbagi menjadi tiga seksi, yaitu seksi 1 Tol Gempol-Rembang, seksi 2 Tol Rembang-Pasuruan, dan seksi 3 Tol Pasuruan-Grati. Proyek ini dilakukan oleh PT Jasa Marga Gempol Pasuruan sebagai pemegang konsesi. Pembangunan jalan tol ini memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan mobilitas […]

  • Sertifikat Tanah Diterbitkan Tanpa Penjualan, Ahli Waris Almarhum Lanawi Protes ke PT Pakuwon Dharma

    Sertifikat Tanah Diterbitkan Tanpa Penjualan, Ahli Waris Almarhum Lanawi Protes ke PT Pakuwon Dharma

    • calendar_month Kamis, 29 Agt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 279
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Maskur, bersama keluarga besar ahli waris almarhum Lanawi, mengadakan aksi demonstrasi di depan perumahan Grand Pakuwon, Surabaya, pada Rabu pagi (28/8/2024). Mereka menuntut keadilan atas obyek tanah seluas 30.000 meter persegi yang saat ini berada di dalam kompleks perumahan Grand Pakuwon, Tandes, Margomulyo, Surabaya Barat. Puluhan ahli waris tersebut membentangkan sejumlah poster dan […]

  • Presiden Prabowo Subianto

    Presiden Prabowo Subianto: Kekuasaan Birokrat dan Kepentingan Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 61
    • 0Komentar

      DIAGRAMKOTA.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden terpilih Prabowo Subianto sering kali menjadi sorotan dalam berbagai isu politik dan ekonomi. Dalam sebuah acara yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, Prabowo menyampaikan pidato yang menarik perhatian publik. Ia mengungkapkan kekhawatiran terhadap birokrasi dan bagaimana sistem ini bisa memengaruhi pemerintahan serta pengambilan keputusan. Pengakuan tentang Ketakutan […]

  • Jadwal Drama Korea Dynamite Kiss, Sinopsis, dan Cara Menontonnya

    Jadwal Drama Korea Dynamite Kiss, Sinopsis, dan Cara Menontonnya

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 324
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Meskipun baru saja tayang, drama KoreaDynamite Kiss sukses masuk dalam jajaran Top 10 seriesNetflix. Film drama terbaru bulan November ini menyajikan kisah seorang wanita lajang yang berpura-pura menjadi ibu tunggal agar bisa mendapatkan pekerjaan. Namun, siapa sangka bahwa atasan di tempat kerjanya yang baru justru mulai merasa tertarik padanya. Tertarik dengan alur ceritaDynamite Kissyang […]

  • Kemunculan Buaya Raksasa Sepanjang 4 Meter Hebohkan Warga Sedati

    Kemunculan Buaya Raksasa Sepanjang 4 Meter Hebohkan Warga Sedati

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Diagramkota.com -Warga Desa Segoro Tambak, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, digegerkan oleh kemunculan buaya raksasa sepanjang hampir 4 meter. Selain buaya berukuran besar, warga juga melaporkan adanya buaya muara sepanjang 2 meter di sebelah timur jembatan desa tersebut.   Faizin, salah seorang warga setempat, mengaku sering melihat buaya itu saat pulang dari mencari ikan. “Saya kaget […]

expand_less