Golkar Surabaya Gelar Parenting Class, Tekankan Pentingnya Peran Keluarga dalam Bimbing Mahasiswa Baru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Selasa, 11 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM– Dalam rangka memperingati HUT ke-61 Partai Golkar, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Surabaya menggelar Parenting Class bertema “Pendidikan Informal dalam Bentuk Pengawasan dan Pendampingan Orang Tua terhadap Mahasiswa Baru”, Minggu (9/11/2025).
Acara ini menjadi bentuk kepedulian Golkar terhadap pentingnya peran keluarga dalam membimbing generasi muda, khususnya di masa awal perkuliahan.
Kegiatan yang berlangsung di Surabaya ini dibuka secara resmi oleh Achmad Nurdjayanto, Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Surabaya. Dalam sambutannya, Achmad menegaskan bahwa Parenting Class ini merupakan bagian dari komitmen Golkar Surabaya untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi utama pembangunan manusia yang berkarakter.
“Golkar Surabaya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami percaya keluarga adalah tempat pertama dan utama dalam pendidikan karakter anak,” ujar Achmad Nurdjayanto.
Sejalan dengan Arahan Nasional Partai Golkar
Semangat kegiatan ini sejalan dengan arahan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Adies Kadir, yang mendorong agar Golkar hadir melalui kegiatan sosial, edukatif, dan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan seperti Parenting Class, Golkar berupaya membangun kedekatan emosional dan sosial dengan masyarakat Surabaya.
“Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Partai Golkar untuk hadir lebih dekat dan bermanfaat bagi masyarakat, tidak hanya dalam politik, tapi juga dalam pendidikan dan pembentukan karakter,” imbuh Achmad.
Akademisi Unesa Tekankan Peran Pendampingan Orang Tua
Hadir sebagai narasumber, Abdurrahman, akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menjelaskan bahwa masa awal kuliah merupakan fase transisi penting bagi mahasiswa baru. Banyak di antara mereka mengalami academic shock akibat perubahan lingkungan, tekanan akademik, hingga gaya hidup mandiri.

>
>
>
