Diagram Kota Madina – Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, tengah dilanda gejolak terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) pada Dinas Pendidikan tahun 2020. Kejadian ini menjadi sorotan publik, terutama karena melibatkan sejumlah nama jurnalis yang dipanggil untuk dimintai keterangan.
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Mandailing Natal, Novan Hadian, kasus ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Novan enggan memberikan banyak komentar, dan meminta pers untuk mengonfirmasi langsung ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.
“Mohon maaf untuk rekan pers saya tidak bisa memberikan lebih banyak komentar, untuk lebih jelasnya silahkan kawan-kawan pers konfirmasi langsung ke Kejaksaan Tinggu Sumatra Utara,” kata Novan Saat di konfirmasi konstributor diagramkota.com Madina diruang kerja nya Senin (25/03/2024).
Ketua Himpunan Insan Pers Indonesia (Hipsi) Kabupaten Mandailing Natal, Ihsan Siregar, juga menyayangkan atas dugaan keterlibatan rekan-rekan jurnalis dalam kasus ini.
Menurutnya, tugas jurnalis adalah mengawal jalannya kebijakan, bukan ikut terlibat dalam pusaran dugaan korupsi proyek tersebut.
Sementara itu, Jefry Barata Lubis, salah satu jurnalis yang dipanggil, sampai berita ini diturunkan masih enggan memberikan tanggapan saat dihubungi melalui WhatsApp nya.
Diketahui, kasus dugaan korupsi DAK di Mandailing Natal ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah nama jurnalis. Pihak Kejaksaan menyatakan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, dan meminta pers untuk mengonfirmasi langsung ke sana.
Ketua Hipsi Mandailing Natal juga merasa prihatin dan menyayangkan atas dugaan keterlibatan jurnalis, yang salah satu jurnalis yang dipanggil Kejaksaan Negeri. (dk/Magrifatulloh)