Pemkot Surabaya Ancam Putus Kontrak Kontraktor Proyek Galian Jika Tidak Patuhi Standar Keselamatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Insiden seorang lansia yang jatuh ke proyek gorong-gorong di kawasan Jalan Margorejo, Surabaya, menjadi peringatan keras bagi kontraktor proyek galian. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan akan mengambil langkah tegas jika standar keselamatan tidak dipenuhi.
Peringatan Keras dari Wali Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan bahwa tanggung jawab keselamatan di area proyek tidak hanya berada pada pemerintah, tetapi juga pada kontraktor dan pengawas lapangan. Ia menekankan pentingnya penerapan sistem pengamanan yang jelas, seperti pembatas rapat dan lampu peringatan.
“Kalau kemarin sudah diberikan peringatan, tapi kurang rapatnya tadi, tidak ada lampunya. Maka ini peringatan terakhir untuk pimpro dan kepala dinas,” ujar Eri, Selasa (16/6).
Langkah Tegas Jika Masih Ada Kelalaian
Eri menegaskan bahwa jika proyek galian masih ditemukan tanpa pengamanan memadai, maka Pemkot Surabaya tidak ragu untuk menghentikan pekerjaan dan memutus kontrak dengan kontraktor. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan.
“Kalau masih terjadi lagi, kami hentikan. Bahkan kontraktornya kami putus kontrak,” tegasnya.
Kesiapan Pengawasan Lebih Ketat
Setelah insiden tersebut, Pemkot Surabaya memperketat pengawasan terhadap seluruh proyek box culvert. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan semua proyek sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan.
Konteks Terkait
Dalam keterangannya, Eri menekankan bahwa setiap pekerjaan galian harus dilengkapi dengan sistem pengamanan yang jelas. Hal ini bertujuan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan melindungi keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari.
Tindakan Lanjutan
Selain itu, DPRD Surabaya juga akan memanggil penanggung jawab proyek untuk mempertanyakan tindakan yang diambil. Polisi juga turun tangan dalam menangani insiden maut tersebut.
Langkah Preventif yang Diperlukan
Untuk menghindari risiko kecelakaan, kontraktor proyek galian diwajibkan mematuhi aturan keselamatan. Ini termasuk pemasangan barrier, lampu peringatan, dan pengawasan yang intensif oleh pihak terkait.
Insiden lansia yang jatuh ke proyek gorong-gorong menjadi momentum penting bagi Pemkot Surabaya untuk menegaskan komitmennya terhadap keselamatan. Dengan ancaman pemutusan kontrak, diharapkan para kontraktor lebih waspada dan menjalankan proyek dengan penuh tanggung jawab.***

>

Saat ini belum ada komentar