Efisiensi dan Transparansi Tata Kelola, Parkir digital di Surabaya diperluas
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Surabaya, kota yang terus berkembang, kini memperluas penerapan sistem parkir digital. Inisiatif ini dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan parkir. Langkah ini juga diiringi penambahan jumlah jukir yang bertugas, sebagai bagian dari upaya mendorong sistem parkir yang lebih modern.
Plt Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, menjelaskan bahwa sebelumnya, parkir non-tunai telah diterapkan di beberapa titik strategis seperti Bratang Binangun, Ngagel Tengah, dan Klampis. Kini, lokasi tersebut semakin diperluas, termasuk di sekitar Jalan Stasiun Kota, Perak Timur, Perak Barat, dan Tambak Bening. Trio menilai, perluasan ini penting karena tingkat aktivitas warga di wilayah-wilayah tersebut cukup tinggi.
“Semakin luas penerapan parkir digital, semakin besar pula manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujarnya. Ia menekankan bahwa sistem ini tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan parkir.
Selain itu, Dishub Surabaya juga menambah jumlah jukir. Sebelumnya, tercatat 819 orang, kini meningkat menjadi 926 anggota. Trio menyatakan, penambahan ini bertujuan untuk memberikan layanan parkir yang lebih modern dan transparan. “Kami mendorong petugas aktif memberikan informasi ke pengguna jasa parkir mengenai mekanisme pembayaran digital agar masyarakat semakin cepat adaptasi terhadap sistem ini,” tambahnya.
Untuk memastikan keamanan dan keterbukaan layanan, Dishub juga memasang foto jukir resmi di rambu-rambu di sekitar lokasi parkir digital. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya petugas liar. “Melalui pemasangan foto ini, masyarakat bisa lebih mudah mengenali petugas parkir yang bertugas. Ini menjadi salah satu bentuk keterbukaan layanan parkir digital,” katanya.
Beberapa kebijakan lain juga diterapkan, seperti penggunaan QRIS untuk pembayaran parkir. Sistem ini membantu masyarakat melakukan transaksi secara lebih cepat dan aman. Selain itu, ada juga voucher parkir Suroboyo yang menjadi alternatif pembayaran digital.
Pengembangan parkir digital di Surabaya merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam mempercepat digitalisasi layanan publik. Dengan inovasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat dalam menggunakan fasilitas parkir.
Berikut beberapa hal penting terkait parkir digital di Surabaya:
- Lokasi Penerapan: Parkir digital telah diperluas ke berbagai titik strategis seperti Jalan Stasiun Kota, Perak Timur, Perak Barat, dan Tambak Bening.
- Penambahan Jukir: Jumlah jukir resmi meningkat dari 819 menjadi 926 orang.
- Transparansi Layanan: Penggunaan foto jukir resmi di rambu-rambu untuk memastikan keamanan dan keterbukaan layanan.
- Sistem Pembayaran: Penggunaan QRIS dan voucher parkir Suroboyo sebagai alternatif pembayaran digital.
- Tujuan Utama: Meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepuasan masyarakat dalam penggunaan layanan parkir. ***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar