HJKS ke-733: Armuji Beberkan Ketahanan Ekonomi Surabaya, Terbukti PDRB Tembus Rp830 Triliun
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plh Wali Kota Surabaya, Armuji, saat melakukan prosesi pemotongan tumpeng HJKS ke-733
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menyoroti tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia akibat ketidakpastian global, mulai dari konflik geopolitik di berbagai kawasan hingga perubahan kebijakan ekonomi negara-negara besar.
Meski demikian, menurut Armuji, Kota Surabaya mampu menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat dan tetap mencatatkan pertumbuhan positif di tengah situasi yang penuh tantangan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Resepsi Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 yang digelar di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5/2026).
“Kondisi geopolitik, konflik di berbagai kawasan, perubahan arah kebijakan ekonomi negara-negara besar, serta dinamika global lainnya telah membawa dampak terhadap perekonomian nasional maupun daerah,” kata Armuji.
Menurutnya, situasi tersebut berimbas pada fluktuasi harga berbagai komoditas kebutuhan pokok serta menuntut pemerintah untuk terus menjaga daya beli masyarakat.
Di saat yang sama, kebutuhan terhadap penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi kerakyatan juga semakin mendesak.
“Sementara kebutuhan terhadap lapangan kerja dan penguatan ekonomi rakyat semakin mendesak. Namun, bukan Surabaya jika warganya menyerah. Bukan Surabaya jika kehilangan daya juang,” ujarnya.
Ekonomi Surabaya Tumbuh 5,87 Persen
Di tengah tekanan ekonomi global, Surabaya justru berhasil mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi yang positif.
Armuji mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, perekonomian Surabaya tumbuh sebesar 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp830,54 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Kota Pahlawan tetap bergerak dinamis dan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur,” jelasnya.
Inflasi Terkendali, Kemiskinan Terus Menurun
Selain pertumbuhan ekonomi yang stabil, Surabaya juga dinilai berhasil menjaga inflasi tetap terkendali.
Sepanjang tahun 2025, tingkat inflasi Kota Surabaya tercatat sebesar 2,96 persen, relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Di sisi lain, angka kemiskinan juga menunjukkan tren penurunan. Pada 2025, tingkat kemiskinan Surabaya berada di angka 3,56 persen, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3,96 persen.
Armuji menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan semata, melainkan juga dari sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Hal ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Perkuat UMKM dan Buka Lapangan Kerja
Ke depan, Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk terus memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Fokus utama yang akan dilakukan antara lain memperluas akses lapangan kerja, mendampingi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, serta memastikan pembangunan berjalan efektif dan inklusif.
“Kami ingin Surabaya tetap tumbuh, tetapi juga adil. Ekonominya bergerak, namun warganya tidak tertinggal. Inilah semangat Surabaya, kuat menghadapi tantangan global dan tetap berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***

>
