Komisi A DPRD Surabaya Perjuangkan Solusi Masalah Token Listrik Mahal di Rusunawa Tanah Kali Kedinding
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Komisi A DPRD Surabaya aktif memantau dan mencari solusi untuk masalah yang dihadapi warga Rusunawa Tanah Kali Kedinding. Anggota komisi tersebut, Muhammad Saifuddin, menegaskan komitmennya dalam mengawal keluhan masyarakat terkait biaya token listrik yang tinggi serta tunggakan pembayaran.
Pada agenda reses dan jaring aspirasi masyarakat, warga menyampaikan kekhawatiran mereka. Saifuddin menjelaskan bahwa usulan warga akan segera dikaji dan diperjuangkan hingga tuntas. “Kami akan memastikan aspirasi warga tidak terabaikan,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Saifuddin juga memperkenalkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Rumah Susun. Aturan ini memberikan perpanjangan masa tinggal bagi penghuni rusunawa dari enam tahun menjadi 12 tahun. Selain itu, aturan ini juga mengatur kewajiban penghuni untuk memindahkan domisili kependudukan sesuai lokasi hunian.
“Tujuan utama adalah meningkatkan kepastian tempat tinggal bagi masyarakat kecil dan mempermudah pelayanan administrasi,” tambahnya.
Namun, masalah ekonomi tetap menjadi fokus utama dalam dialog tersebut. Banyak penghuni mengaku masih terbebani oleh tunggakan pembayaran rusunawa. Mereka berharap adanya subsidi token listrik untuk mengurangi beban hidup yang semakin berat.
Saifuddin menyatakan bahwa Pemerintah Kota Surabaya telah memberikan kebijakan penghapusan denda tunggakan bagi penghuni rusunawa selama Mei hingga Juli 2026. Meski demikian, pokok tunggakan masih belum dihapus sepenuhnya. “Kami berharap ada solusi lanjutan dari pemerintah agar warga tidak terus-terusan terbebani,” katanya.
Sebagai anggota DPRD yang pernah tinggal di Rusunawa Tanah Kali Kedinding selama hampir empat tahun, Saifuddin memahami betul tantangan yang dihadapi warga. Pengalamannya membuatnya lebih peka terhadap isu-isu seperti ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan.
“Maka sudah sewajarnya aspirasi warga harus diperjuangkan serius,” pungkasnya.***

>

Saat ini belum ada komentar