Surabaya Menghadirkan Tiga Rumah Pompa Baru untuk Mencapai Kota Bebas Banjir
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dalam upaya mengatasi masalah banjir dan genangan di wilayah Surabaya Selatan dan Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah membangun tiga rumah pompa baru sejak Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek untuk mencapai target bebas banjir pada November 2026.
Kapasitas Tinggi dan Teknologi Canggih
Tiga rumah pompa yang telah beroperasi adalah di kawasan Margorejo Indah, Dukuh Menanggal, dan Ahmad Yani. Masing-masing memiliki kapasitas 6,5 meter kubik per detik dan dilengkapi tiga unit pompa serta screen penyaring sampah. Penggunaan teknologi ini dirancang untuk mempercepat surutnya air dan mengurangi beban saluran di kawasan padat pemukiman.
Menurut Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, keberadaan rumah pompa baru tersebut sangat penting dalam menangani aliran air yang tidak proporsional. “Kalau di Margorejo banjir, otomatis air akan balik dan menyebabkan wilayah Karah serta Jambangan ikut banjir,” ujarnya.
Strategi Pembagian Beban Aliran Air
Salah satu strategi utama adalah pembagian beban aliran air agar tidak menumpuk di satu titik. Pemkot Surabaya menghubungkan saluran Kebon Agung dengan Kali Surabaya menggunakan pompa. Dengan skema ini, aliran dari kawasan Karah dan Jambangan tidak lagi dialirkan ke Margorejo dan menuju Avour Wonorejo.
Eri menjelaskan bahwa pemetaan aliran air menjadi faktor penting dalam penanganan banjir. Perubahan arah aliran, elevasi saluran, hingga posisi rumah pompa harus dihitung secara detail agar sistem pengendalian banjir berjalan optimal.
Peningkatan Kapasitas Rumah Pompa yang Ada
Selain membangun rumah pompa baru, Pemkot Surabaya juga meningkatkan kapasitas rumah pompa yang telah ada. “Sifatnya ada yang peningkatan kapasitas. Dari yang semula kapasitasnya 6 kubik, beban salurannya kita upgrade menjadi 9 kubik,” kata Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya Hidayat Syah.
Peran Masyarakat dalam Menjaga Kebersihan Saluran
Adi Gunita, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, menegaskan bahwa kecanggihan teknologi rumah pompa tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. “Harapan kami titik genangan yang sudah dipetakan sejak 2020 bisa kita selesaikan bertahap. Namun, kami juga sangat meminta partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran air karena dapat menghambat kinerja rumah pompa. “Tolong jangan buang sampah di saluran. Sebab, jika sampah menumpuk di penyaringan rumah pompa, penyedotan air otomatis akan terhambat,” tambahnya.
Target Bebas Banjir pada November 2026
Meski demikian, Wali Kota Eri optimistis titik-titik genangan yang saat ini menjadi fokus penanganan dapat bebas banjir pada November 2026. “Insyaallah pada November, jika terjadi hujan, titik-titik yang telah kami datangi tidak terjadi lagi genangan,” katanya.
Dengan langkah-langkah strategis dan partisipasi masyarakat, Surabaya berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya.***

>
>

Saat ini belum ada komentar