Kesejahteraan Santri dan Guru Ngaji Tradisional di Surabaya Diperhatikan PPP
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya menyoroti pentingnya kesejahteraan santri, guru ngaji tradisional, serta majelis taklim di Kota Surabaya. Ketua PPP Surabaya, Muhaimin, menilai bahwa kelompok-kelompok ini memiliki peran besar dalam membangun moral masyarakat dan menjaga keharmonisan sosial.
Kontribusi Santri dalam Pendidikan Moral
Santri di Surabaya tidak hanya menjadi pelajar agama, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendidikan yang berkontribusi pada pembentukan karakter bangsa. Menurut Muhaimin, banyak pondok pesantren yang masih mengandalkan dana pribadi pengasuh untuk memenuhi kebutuhan dasar santri seperti listrik, air, dan konsumsi harian.
“Banyak pengasuh pondok yang masih menanggung kebutuhan para santri, mulai bayar listrik, air, sampai kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar Muhaimin. Ia menekankan bahwa pemerintah kota harus lebih proaktif dalam membantu keberlangsungan pendidikan santri.
Perhatian Terhadap Guru Ngaji Tradisional
Selain santri, PPP Surabaya juga meminta pemerintah kota memberikan perhatian terhadap guru ngaji tradisional. Banyak dari mereka mengajar tanpa pamrih dan sering kali tidak mendapat bantuan karena kendala administrasi. Muhaimin menyebutkan bahwa banyak guru ngaji yang enggan mengurus izin karena prosesnya terlalu rumit.
“Guru ngaji tradisional ini mengajar dengan ikhlas tanpa bantuan siapa pun. Kadang diberi kesempatan mengurus izin pun enggak mau karena administrasinya terlalu ribet,” katanya. Ia berharap pemerintah dapat mencari solusi agar guru ngaji tetap mendapatkan insentif sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.
Peran Majelis Taklim dalam Keamanan Kota
Majelis taklim juga disebut sebagai salah satu komunitas yang berkontribusi dalam menjaga suasana kondusif di Surabaya. Aktivitas seperti pembacaan selawat, yasin, dan doa bersama dilakukan secara swadaya dan konsisten. Muhaimin menilai bahwa kegiatan ini menjadi bentuk dukungan spiritual bagi masyarakat.
“Majelis taklim ini istiqamah, tanpa pamrih terus berdoa untuk keluarga, lingkungan, sampai Kota Surabaya agar aman dan dijauhkan dari musibah,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan perhatian terhadap aktivitas sosial dan keagamaan masyarakat.
Upaya PPP Surabaya dalam Mendukung Kehidupan Sosial dan Keagamaan
PPP Surabaya berkomitmen untuk terus menyuarakan aspirasi masyarakat terkait kesejahteraan santri dan guru ngaji. Muhaimin menegaskan bahwa partai akan terus berupaya agar kebijakan pemerintah kota lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kami dari PPP akan terus menyuarakan agar hal-hal seperti ini diperhatikan demi kebaikan Kota Surabaya,” pungkasnya.***

>
>

Saat ini belum ada komentar