Peristiwa Heboh di Gresik: Dugaan Pembuangan Bayi yang Ternyata Hanya Pertengkaran Keluarga

DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kejadian yang mengejutkan warga Gresik terjadi akhir-akhir ini. Kabar dugaan pembuangan bayi melalui hotline 110 menghebohkan masyarakat, namun setelah dilakukan penyelidikan, ternyata peristiwa tersebut tidak sepenuhnya benar.

Latar Belakang Kejadian

Peristiwa berawal dari laporan yang masuk ke pihak kepolisian. Warga Jalan Betoyo, Manyar, Gresik, sempat dihebohkan dengan kabar dugaan pembuangan bayi yang dilaporkan melalui hotline 110 pada hari Minggu (10/11/2025). Pihak kepolisian segera merespons dan melakukan investigasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Penyelidikan oleh Polisi

Kasi Humas Polres Gresik, Ipda Hepi Muslih Riza, menjelaskan bahwa setelah melakukan pengecekan di lokasi kejadian, tidak ditemukan adanya bukti pembuangan bayi. Insiden tersebut ternyata merupakan pertengkaran rumah tangga antara pasangan suami istri.

Fakta yang Terungkap

Pasangan suami istri yang merupakan pengamen jalanan, Suhariadi dan Eka Amalia Putri, sedang mengalami cekcok. Peristiwa bermula saat sang suami menenggak minuman keras bersama teman-temannya. Sang istri menegur dan mengajak pulang, tetapi sang suami menolak. Hal ini memicu pertengkaran.

Kondisi Bayi dan Tindakan Petugas

Dalam emosi, sang istri menyerahkan bayi perempuan mereka yang baru berusia empat bulan kepada sang suami sambil berkata: “Iki lo anakmu, gowoen (Ini lho anakmu, bawa).” Namun, sang suami tidak menggendong bayi tersebut, melainkan meletakkannya di tepi jalan dan pergi begitu saja ke arah utara. Aksi ini membuat warga panik dan melaporkannya ke polisi sebagai dugaan pembuangan bayi.

Beruntung, bayi dalam kondisi sehat dan segera diamankan oleh warga serta petugas yang datang ke lokasi. Setelah situasi dipastikan aman, kedua orang tua bayi tersebut langsung diberikan pembinaan dan bimbingan oleh pihak kepolisian agar tidak mengulangi perbuatan serupa.

Tanggapan dari Pihak Berwajib

Ipda Hepi menyampaikan bahwa insiden ini murni pertengkaran rumah tangga. Pihak kepolisian akan terus memantau situasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga harmonisasi dalam keluarga.

Pentingnya Edukasi dan Bimbingan

Pemerintah dan pihak berwajib menekankan pentingnya pendidikan dan bimbingan bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi konflik keluarga. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan kejadian seperti ini dapat diminimalisir.

Kesimpulan

Peristiwa heboh di Gresik ini menjadi pengingat bahwa konflik dalam rumah tangga bisa berdampak besar jika tidak dikelola dengan baik. Dengan tindakan cepat dari pihak kepolisian dan bimbingan yang diberikan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *