Aksi Buruh Peringati MayDay 2026 di Surabaya: Tuntutan Kebijakan yang Berpihak pada Pekerja
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 11 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan pekerja dari berbagai kota di Jawa Timur memadati jalanan Kota Surabaya pada Jumat (1/5/2026) untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Aksi ini menjadi momentum penting bagi serikat pekerja untuk menyampaikan tuntutan terhadap pemerintah dan pengusaha, dengan fokus pada kebijakan yang lebih adil dan transparan.
Massa Aksi Berdatangan dari Berbagai Wilayah
Pantauan menunjukkan bahwa aksi buruh mulai berlangsung sejak pagi hari, dengan massa yang berasal dari wilayah Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Lumajang, hingga Tuban. Mereka memadati jalan-jalan utama seperti Bundaran Waru Sidoarjo dan menuju Masjid Al-Akbar Surabaya. Sebagian besar dari mereka melaksanakan salat Jumat sebelum bergerak menuju titik kumpul di BG Junction Mall Surabaya.
Nuruddin Hidayat, Wakil Sekretaris DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jatim, menjelaskan bahwa aksi akan terpusat di Kantor Gubernur Jawa Timur, Jalan Pahlawan, Surabaya. Ia mengatakan bahwa jumlah peserta diperkirakan mencapai 6.000 orang, yang merupakan representasi dari seluruh pekerja di Jawa Timur.
Tuntutan yang Disampaikan oleh Serikat Pekerja
Salah satu isu utama yang disampaikan oleh para buruh adalah perlunya komitmen pemerintah dalam mewujudkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada pekerja. Nuruddin menyebut bahwa buruh membawa 21 tuntutan yang mencakup aspek nasional maupun lokal. Tuntutan ini mencakup peningkatan upah minimum, perlindungan hak-hak tenaga kerja, serta revisi UU Cipta Kerja yang dinilai tidak sejalan dengan kepentingan buruh.
Ia menekankan bahwa aksi ini bukan hanya sekadar demonstrasi, tetapi juga sebagai bentuk tekanan agar pemerintah tidak hanya memberikan janji-janji kosong, tetapi benar-benar mengambil langkah nyata dalam memperbaiki kondisi kerja dan perlindungan hak-hak pekerja.
Dampak Aksi Terhadap Lalu Lintas dan Keamanan
Pihak kepolisian setempat telah melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis, termasuk Bundaran Waru dan Jalan Pahlawan, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan keamanan peserta aksi. Selain itu, petugas juga memastikan bahwa aksi berjalan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.
Konteks Lebih Luas: Kepedulian Pemerintah terhadap Kesejahteraan Buruh
Aksi buruh kali ini terjadi dalam konteks yang lebih luas, di mana beberapa isu terkait keselamatan kerja, outsourcing, dan upah rendah masih menjadi tantangan besar bagi pekerja di Indonesia. Beberapa waktu lalu, Presiden Republik Indonesia juga telah menyampaikan pernyataan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mengambil kebijakan yang berpihak pada rakyat, termasuk para pekerja. Namun, realisasi kebijakan tersebut masih menjadi pertanyaan besar bagi banyak kalangan.
Momentum untuk Perubahan
Aksi peringatan Hari Buruh di Surabaya menjadi bukti bahwa para pekerja belum puas dengan situasi yang ada. Mereka meminta pemerintah dan pengusaha untuk lebih responsif terhadap tuntutan mereka. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, aksi ini bisa menjadi momentum penting untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam sistem kerja dan perlindungan hak-hak pekerja di Indonesia.***

>

Saat ini belum ada komentar