Kesiapan Siswa SMKN 12 Surabaya dalam Dunia Kerja
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Timur Aries Agung Paewai memberikan apresiasi terhadap karya siswa SMKN 12 Surabaya yang disajikan dalam pameran seni. Menurutnya, hasil karya tersebut mencerminkan kompetensi tinggi dan telah memenuhi standar industri, meskipun dikerjakan di lingkungan sekolah.
Pameran seni ini dilaksanakan sebagai bagian dari evaluasi akhir kelas XII. Selama tiga hari, mulai dari 22 hingga 24 April 2026, siswa menampilkan berbagai karya yang menggambarkan kemampuan mereka dalam bidang masing-masing. Karya-karya tersebut mencakup seni rupa, animasi, kriya, hingga seni lukis.
Kualitas Karya yang Mengesankan
Aries menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan memiliki kualitas yang sangat baik. “Ini bukan sekadar pameran, tapi bagian dari ujian praktik siswa. Mereka menghasilkan karya yang kualitasnya sangat tinggi, bahkan sudah masuk kategori industri,” katanya.
Beberapa contoh karya yang ditampilkan antara lain kerajinan logam seperti besi dan tembaga, kriya kayu, serta lukisan. Setiap karya menunjukkan keahlian dan kreativitas siswa dalam bidang masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMKN 12 Surabaya tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga pada pengembangan keterampilan nyata.
Minat Pasar yang Tinggi
Selain kualitas, Aries juga menyebutkan bahwa minat pasar terhadap karya siswa sangat tinggi. Sekitar 80 persen produk terjual selama pameran berlangsung. “Ini baru murid, belum masuk industri sebenarnya, tapi sudah mampu menarik pasar. Artinya mereka punya potensi besar untuk bersaing di dunia usaha dan dunia industri,” ujarnya.
Menurut Aries, capaian ini menunjukkan bahwa siswa SMKN 12 Surabaya siap menghadapi tantangan dunia kerja. Namun, ia menilai perlu adanya peningkatan kompetensi serta penguatan sarana dan prasarana guna mendukung daya saing siswa, khususnya di sektor industri kreatif.
Kolaborasi untuk Pengembangan Pendidikan
Disdik Jatim juga mendorong identifikasi kebutuhan sekolah sebagai dasar kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan pemangku kepentingan. Aries meminta kepala sekolah dan guru untuk mengidentifikasi kekuatan dan kekurangan masing-masing. Dari situ, nanti bisa ditentukan dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia berharap SMK Negeri 12 Surabaya dapat menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam pengembangan pendidikan berbasis seni dan industri kreatif. Menurutnya, sektor industri kreatif Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pengembangan produk khas bernilai jual tinggi, terutama di luar sektor kuliner.
Inovasi yang Menjanjikan
Aries mencontohkan karya siswa berupa boneka dari limbah kulit yang diolah menjadi produk artistik bernilai ekonomi tinggi sebagai inovasi yang menjanjikan. “Kita masih didominasi produk kuliner, sementara produk kreatif khas daerah, seperti kerajinan dan suvenir, belum optimal. Padahal ini punya peluang besar,” ujarnya.
Dengan adanya inovasi seperti ini, diharapkan siswa SMKN 12 Surabaya dapat menjadi pelopor dalam pengembangan industri kreatif di Jawa Timur.***

>

Saat ini belum ada komentar