Banyuwangi Percepat Tanam Padi untuk Hadapi Musim Kemarau 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Banyuwangi, salah satu kabupaten di Jawa Timur, tengah mengambil langkah strategis untuk menghadapi potensi musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung pada tahun 2026. Dengan mempercepat proses tanam padi di areal seluas 672 hektare, pemerintah setempat berupaya memastikan ketersediaan pasokan beras sekaligus melindungi hasil pertanian dari ancaman kekeringan.
Upaya Pemerintah dalam Mempercepat Tanam Padi
Pemkab Banyuwangi telah melakukan gerakan tanam serentak padi sebagai tindak lanjut dari arahan Kementerian Pertanian. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi dampak musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa percepatan tanam padi dilakukan dengan memanfaatkan sisa musim hujan yang masih tersedia hingga akhir April. Ia menegaskan bahwa upaya ini bertujuan untuk memastikan tanaman padi dapat tumbuh secara optimal sebelum debit air mulai menyusut akibat cuaca kering.
“Kami mempercepat masa tanam agar padi bisa berkembang sebelum musim kemarau benar-benar mengancam,” ujar Bupati Ipuk.
Peran BMKG dan Surat Edaran Menteri Pertanian
Percepatan tanam padi juga didasarkan pada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta surat edaran Menteri Pertanian RI Nomor B-73/TI.050/M/03/2026. Prediksi ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya air dan produksi pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Danang Hartanto, menjelaskan bahwa aksi tanam padi bersama dilakukan di lahan persawahan Kelompok Tani (Poktan) Gunung Saprojo, Kelurahan Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi. Luasan lahan yang ditanami mencapai 2,5 hektare, namun secara keseluruhan, luas penanaman padi serentak di wilayah Banyuwangi mencapai 672 hektare.
“Kami telah mengirimkan surat edaran kepada para kelompok tani agar mempercepat masa tanam, karena ketersediaan air saat ini masih cukup untuk mendukung pertumbuhan awal padi,” tambah Danang.
Target Luas Tambah Tanam (LTT) Jawa Timur
Upaya percepatan tanam padi ini juga sejalan dengan target luas tambah tanam (LTT) Jawa Timur yang saat ini tercatat sebesar 46,16 persen atau setara dengan 173.320 hektare. Dengan adanya penanaman padi yang lebih cepat, diharapkan target tersebut dapat tercapai lebih baik lagi.
Pengaruh Terhadap Produksi Pangan
Produksi padi di Banyuwangi pada periode Januari-Maret 2026 mencapai 160.239 ton, menunjukkan bahwa sektor pertanian masih mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan. Namun, dengan ancaman musim kemarau yang semakin nyata, langkah-langkah preventif seperti percepatan tanam padi menjadi sangat penting.
Kesiapan Petani dan Komunitas Pertanian
Para petani di Banyuwangi telah diberi instruksi untuk mempercepat masa tanam, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh dinas terkait. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan waktu yang tersisa sebelum musim kemarau tiba.
Selain itu, komunitas pertanian di Banyuwangi juga aktif dalam membagikan informasi dan teknik bertani yang efisien, termasuk penggunaan irigasi yang hemat air dan pemilihan varietas padi yang tahan terhadap kondisi kering.
Dengan mengambil langkah-langkah proaktif seperti percepatan tanam padi, Banyuwangi menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga ketahanan pangan dan menghadapi tantangan iklim yang semakin tidak pasti. Proses ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif dari petani dan komunitas pertanian setempat. Dengan kerja sama yang baik, diharapkan Banyuwangi dapat tetap memproduksi pangan yang cukup meski menghadapi musim kemarau yang panjang.***

>

Saat ini belum ada komentar