Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Masalah Banjir di Surabaya: Sampah sebagai Penyebab Utama yang Terabaikan

Masalah Banjir di Surabaya: Sampah sebagai Penyebab Utama yang Terabaikan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Banjir menjadi masalah musiman yang terus menghantui kota-kota besar, termasuk Surabaya. Setiap musim hujan tiba, ratusan titik di kota ini kembali terendam air. Meski berbagai upaya telah dilakukan, solusi jangka panjang masih sulit ditemukan. Salah satu penyebab utama yang sering disebut adalah sampah yang menumpuk di saluran drainase dan sungai.

Sampah Menjadi Penghalang Aliran Air

Sampah yang terdiri dari batang kayu, kasur, kursi tamu, hingga benda-benda lainnya sering kali menjadi penghalang aliran air. Benda-benda ini tidak hanya menyumbat saluran, tetapi juga memperparah kondisi banjir saat curah hujan tinggi. Dalam beberapa laporan lapangan, ditemukan bahwa sampah-sampah ini tidak hanya mengganggu kebersihan lingkungan, tetapi juga memengaruhi sistem drainase kota secara keseluruhan.

Menurut narasumber yang diwawancarai, “Sampah di Surabaya bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga masalah infrastruktur. Jika tidak segera ditangani, banjir akan semakin parah setiap tahunnya.”

Kebiasaan Masyarakat yang Tidak Terkelola

Selain faktor fisik, kebiasaan masyarakat juga turut berkontribusi pada penumpukan sampah. Banyak warga yang masih membuang sampah sembarangan, baik di jalanan maupun di saluran air. Hal ini membuat proses pembersihan menjadi lebih rumit dan mahal. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan juga menjadi hambatan dalam mengurangi risiko banjir.

Narasumber lain menambahkan, “Kita perlu edukasi yang lebih intensif kepada masyarakat agar mereka memahami dampak dari pembuangan sampah yang tidak terkontrol.”

Solusi yang Perlu Diambil

Meski masalah banjir di Surabaya tampak seperti isu lama, solusi yang efektif harus terus dicari. Beberapa ahli menyarankan penerapan konsep sponge city yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kota menyerap air hujan. Selain itu, peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat penting.

Beberapa inisiatif seperti pembersihan rutin saluran air, pembuatan tempat pembuangan sampah yang lebih efisien, serta sosialisasi kebersihan lingkungan perlu terus dilakukan. Tanpa adanya komitmen dari semua pihak, masalah banjir akan terus berulang dan memengaruhi kualitas hidup warga.

Tantangan yang Menghadang

Salah satu tantangan utama dalam mengatasi banjir adalah koordinasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan instansi terkait. Tidak jarang, program-program yang ada tidak berjalan optimal karena kurangnya pengawasan atau alokasi anggaran yang tidak cukup. Selain itu, perubahan iklim juga memberikan tekanan tambahan terhadap sistem drainase kota.

Narasumber mengatakan, “Perlu ada pendekatan holistik yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Tanpa kerja sama, upaya mengurangi banjir akan sia-sia.”

Banjir di Surabaya bukanlah isu baru, tetapi masalah yang membutuhkan solusi berkelanjutan. Sampah menjadi salah satu penyebab utama yang sering diabaikan. Dengan kesadaran masyarakat yang lebih baik, peningkatan partisipasi dalam pembersihan lingkungan, serta penerapan konsep modern dalam pengelolaan air, kota ini bisa lebih siap menghadapi musim hujan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warga.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Resmi! Taspen Umumkan Pencairan Gaji Pensiunan PNS Oktober 2025, Ini Golongan Tertinggi

    Resmi! Taspen Umumkan Pencairan Gaji Pensiunan PNS Oktober 2025, Ini Golongan Tertinggi

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Pencairan Gaji Pensiunan PNS Oktober 2025 Akan Berjalan Normal DIAGRAMKOTA.COM – PT Taspen telah menegaskan bahwa gaji pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk periode Oktober 2025 akan cair pada tanggal 1 Oktober 2025. Keputusan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024 yang mengatur hak-hak pensiunan PNS di seluruh Indonesia. Dengan demikian, para penerima pensiun […]

  • Perang Terhadap Narkoba, Polres Tanjung Perak Ungkap 41 Kasus dalam Sebulan

    Perang Terhadap Narkoba, Polres Tanjung Perak Ungkap 41 Kasus dalam Sebulan

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 129
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Pelabuhan Tanjung Perak berhasil mengungkap puluhan kasus peredaran narkotika selama periode Januari 2026. Berdasarkan press release resmi, sebanyak 41 kasus berhasil diungkap dengan total 55 tersangka diamankan, terdiri dari 52 laki-laki dan 3 perempuan. Rabu 11 Februari 2026 Pengungkapan ini berawal dari berbagai operasi penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika jenis sabu di […]

  • Babak Top 4 Dangdut Academy 7: Siapa yang Berhasil Melaju ke Tiga Besar?

    Babak Top 4 Dangdut Academy 7: Siapa yang Berhasil Melaju ke Tiga Besar?

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 276
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertunjukan babak Top 4 Dangdut Academy 7 (DA7) berlangsung dengan penuh ketegangan dan emosi tinggi. Empat peserta terbaik tampil maksimal dalam upaya mengamankan tiket menuju babak tiga besar. Penonton setia Indosiar dibuat harap-harap cemas karena kualitas penampilan dari masing-masing peserta dinilai sangat merata. Setiap kontestan mendapatkan dukungan besar dari juri dan para penggemar. Malam […]

  • Penyebab Pengunduran Diri Kepala BAIS TNI dan Tanggung Jawab Institusi Militer

    Penyebab Pengunduran Diri Kepala BAIS TNI dan Tanggung Jawab Institusi Militer

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengunduran diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo dari jabatannya sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi perhatian publik. Keputusan ini diambil sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan oknum BAIS yang melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Joko Widodo yang menegaskan bahwa tindakan […]

  • Garingan Meimura di UNIM Mojokerto Angkat Kembali Kearifan Lokal dan Kritik Sosial

    Garingan Meimura di UNIM Mojokerto Angkat Kembali Kearifan Lokal dan Kritik Sosial

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 46
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM– Pementasan Ludruk Garingan atau Besutan yang digelar oleh seniman Meimura di Universitas Islam Majapahit (UNIM) Mojokerto, Kamis (7/5), menghadirkan refleksi mendalam tentang kearifan lokal yang mulai tergerus modernitas. Mengusung tema “Batu-batu Bersuara”, pertunjukan ini mengajak penonton mendengar kembali suara tradisi, desa, dan nilai-nilai budaya yang kerap terabaikan. Sementara tema “Jajah Deso Milangkori” menjadi pengingat […]

  • Ketut Sumedana Tantang Publik, Ungkap Dua Kasus Korupsi, Naik Jabatan ke Kejati Tipe A

    Ketut Sumedana Tantang Publik, Ungkap Dua Kasus Korupsi, Naik Jabatan ke Kejati Tipe A

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Penanganan Kasus Korupsi di Bali oleh Kajati Bali yang Akan Pindah ke Sumsel DIAGRAMKOTA.COM – I Ketut Sumedana, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, akan segera meninggalkan jabatannya untuk menduduki posisi baru sebagai Kajati Sumatra Selatan (Sumsel) yang masuk tipe A. Sebelum berpindah, ia memberikan “kado spesial” dalam penanganan kasus korupsi di Pulau Bali dengan menaikkan status […]

expand_less