Kenaikan Harga Daging Sapi di Surabaya Memicu Kekhawatiran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Harga daging sapi di wilayah Surabaya, Jawa Timur, mengalami kenaikan yang signifikan. Pada bulan April 2026, harga komoditas ini mencapai Rp140.000 per kilogram. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan dan akses masyarakat terhadap bahan pangan penting ini.
Penyebab Kenaikan Harga Daging Sapi
Dari pengamatan langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, harga daging sapi melonjak tajam. Hal ini tidak hanya memengaruhi daya beli masyarakat, tetapi juga menyulitkan para pedagang dalam menjual produk mereka. Seorang pedagang di Pasar Wonokromo mengungkapkan bahwa harga daging sapi telah meningkat hingga empat kali lipat dari sebelumnya.
“Sebelumnya harga daging sapi berkisar antara Rp120.000, sekarang naik menjadi Rp140.000-145.000 per kilogram,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa stok daging yang tersedia semakin langka, sehingga sulit untuk dipasok ke pasar.
Kendala Distribusi dan Pasokan
Selain kenaikan harga, para pedagang juga mengeluhkan kendala dalam distribusi dan pasokan daging. Menurut informasi dari sejumlah pedagang, penyebab utamanya adalah keterbatasan stok dari rumah pemotongan hewan (RPH) dan peternak di sekitar Jawa Timur.
“Kami biasanya mendapatkan daging dari RPH Kedurus, tetapi sekarang tidak bisa mendapatkan sapi karena stok sedang kosong,” kata salah satu pedagang. Hal ini menunjukkan adanya ketidakstabilan dalam rantai pasok yang berdampak pada ketersediaan daging di pasar.
Upaya Bulog untuk Mengatasi Masalah
Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan bahwa Bulog akan melakukan penelusuran lebih lanjut terkait rantai pasok daging sapi. Tujuan dari upaya ini adalah untuk mengidentifikasi titik-titik kendala yang menghambat distribusi daging hingga ke tingkat pengecer dan masyarakat.
“Kami akan memeriksa stok sapi dan produk turunannya di RPH. Kami ingin mengetahui apakah ada masalah dalam proses pemotongan atau distribusi,” tambahnya. Rizal juga berencana untuk melakukan inspeksi langsung ke RPH setelah jam kerja.
Dampak pada Masyarakat
Kenaikan harga daging sapi tidak hanya memengaruhi pedagang, tetapi juga berdampak pada daya beli masyarakat. Banyak keluarga yang kini harus memilih alternatif lain sebagai sumber protein, seperti ayam atau telur. Namun, hal ini juga memicu kenaikan harga komoditas lain yang sering digunakan sebagai pengganti daging sapi.
Solusi yang Diharapkan
Bulog berharap dengan penelusuran yang dilakukan dapat menemukan solusi untuk mengatasi masalah rantai pasok. Dengan demikian, harga daging sapi dapat kembali stabil dan akses masyarakat terhadap bahan pangan tersebut tetap terjaga.
Tantangan dan Perspektif Masa Depan
Masalah kenaikan harga daging sapi di Surabaya menjadi indikasi bahwa isu harga pangan masih menjadi tantangan besar. Diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, Bulog, dan pelaku usaha untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan kondisi ini dapat segera diperbaiki dan mencegah terulangnya situasi serupa di masa depan.***

>
>
Saat ini belum ada komentar