Kebakaran Besar di Stasiun Pengisian Elpiji Cimuning, Bekasi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kebakaran yang terjadi di stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE) di kawasan Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, menjadi perhatian masyarakat setelah menimbulkan korban luka bakar yang cukup parah. Insiden ini terjadi pada Rabu (1/4) pukul 21.08 WIB dan akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 WIB dini hari.
Korban Terluka dengan Tingkat Luka Bakar yang Beragam
Menurut Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi, saat ini terdapat 15 orang korban yang mengalami luka bakar. Dari jumlah tersebut, beberapa di antaranya mengalami luka bakar hingga mencapai 90 persen. Para korban terdiri dari warga sekitar dan petugas keamanan yang sedang bertugas di lokasi kejadian.
“Jadi pasien yang 15 ini tersebar ke beberapa rumah sakit,” ujar Nachrowi. Ia menjelaskan bahwa dua orang korban dirawat di ICU dan UGD RS Permata, sementara satu pasien lainnya mendapatkan perawatan di Unimedika Setu dengan kondisi luka bakar 92 persen. Selain itu, ada dua orang yang dirawat di RS Kartika Husada dengan tingkat luka bakar 90 persen dan 40 persen. Beberapa korban juga telah ditangani di RSUD CAM.
Tidak Ada Korban Jiwa, Pemkot Bekasi Tanggung Biaya Pengobatan
Meskipun banyak korban mengalami luka bakar yang cukup parah, sampai saat ini belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Nachrowi memastikan bahwa semua korban dalam kondisi selamat dan tidak ada yang meninggal dunia akibat kebakaran ini.
“Alhamdulillah semua dalam kondisi selamat, tidak ada yang korban jiwa. Dan untuk korban itu semua menurut berdasarkan keterangan Pak Wali Kota, Pak Wakil Wali Kota bahwa semua dijamin oleh pemerintah terkait dengan biaya pengobatannya,” tambahnya.
Kerusakan Fisik dan Pengungsian Warga
Selain korban luka bakar, kebakaran juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar SPBE. Menurut data yang diperoleh, ada 19 bangunan yang terbakar, termasuk 15 rumah tinggal di RT 02 RW 03, 4 rumah tinggal, dan 2 kios di RT 01 RW 03. Sebagian besar warga yang rumahnya rusak akhirnya memilih untuk mengungsi ke rumah kerabat mereka di wilayah lain guna mencari tempat tinggal sementara yang lebih aman.
Pihak kecamatan juga telah menyiagakan posko pengaduan untuk melayani warga yang terdampak baik secara fisik maupun materiil. Posko ini akan membantu warga dalam proses pemulihan dan pemberian bantuan sesuai kebutuhan.
Penyebab Kebakaran Diduga Akibat Kebocoran Gas
Plt Kadis Damkar Kota Bekasi, Heryanto, menyebut bahwa penyebab kebakaran diduga berasal dari kebocoran gas yang terjadi saat pengisian tabung elpiji. Ia mengungkapkan bahwa kebocoran tersebut bisa memicu ledakan yang cepat dan luas.
“Diduga sementara dari kebocoran gas dari tabung utama,” ujar Heryanto. Ia menambahkan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan dan pemeriksaan rutin terhadap fasilitas penyimpanan dan pengisian elpiji agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Langkah Pemkot Bekasi untuk Memastikan Keselamatan Warga
Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan dukungan penuh bagi warga yang terkena dampak kebakaran. Selain menanggung biaya pengobatan korban, Pemkot juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan di SPBE dan lingkungan sekitarnya.
Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri serta lingkungan sekitar, terutama di area yang memiliki potensi bahaya seperti SPBE atau gudang penyimpanan bahan-bahan berbahaya.***

>
>
>
>
Saat ini belum ada komentar