Stabilitas Harga Pangan di Jawa Timur Menjelang Ramadan 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 27 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Stabilitas harga pangan di Jawa Timur menjelang Ramadan 2026 menjadi perhatian utama Badan Pangan Nasional (Bapanas). Berdasarkan data terbaru, sejumlah komoditas strategis menunjukkan dinamika yang terkendali dan cenderung stabil. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok.
Kondisi Komoditas Pangan
Komoditas beras merupakan salah satu yang paling stabil. Harga beras premium berada pada kisaran Rp15.000–16.000 per kilogram di Surabaya, sementara di Lamongan, harga sempat turun sedikit menjadi Rp14.900 per kilogram. Beras medium tetap stabil di level Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras program SPHP tetap pada harga Rp12.500 per kilogram. Stabilitas ini menunjukkan kecukupan stok dan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga pasokan.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras mengalami fluktuasi ringan. Pada pertengahan Februari, harga naik dari Rp40.000 per kilogram menjadi Rp42.000 per kilogram, lalu kembali ke harga awal menjelang akhir bulan. Sementara itu, harga telur ayam ras bergerak dari Rp30.000 menjadi Rp32.000 per kilogram, kemudian terkoreksi ke Rp31.000 per kilogram.
Di sektor hortikultura, cabai rawit merah masih berada pada kisaran tinggi, yaitu Rp85.000–90.000 per kilogram. Hal ini disebabkan oleh faktor cuaca dan pasokan dari sentra produksi. Sebaliknya, cabai merah keriting mengalami penurunan signifikan dari Rp40.000 menjadi Rp22.000 per kilogram. Bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren penurunan bertahap.
Harga Minyakita stabil di Rp15.700 per liter di seluruh titik pemantauan, sedangkan gula pasir curah turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Perum Bulog telah menyalurkan sekitar 6 juta liter Minyakita ke 2.250 titik pedagang di 160 pasar di Jawa Timur sepanjang 19 Januari hingga 26 Februari 2026.
Upaya Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas
Andriko Noto Susanto, Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, menyatakan bahwa momentum hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Lebaran harus diantisipasi secara terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa masyarakat harus merasa tenang karena seluruh ekosistem pangan bergerak dalam satu komitmen.
“Peningkatan kebutuhan pada momen hari besar keagamaan harus diantisipasi secara terkoordinasi. Masyarakat harus merasa tenang karena seluruh ekosistem pangan bergerak dalam satu komitmen,” ujarnya.
Peran Bulog dalam Penyediaan Pangan
Perum Bulog berperan penting dalam menjaga stabilitas harga pangan. Selain menyalurkan Minyakita, Bulog juga memastikan ketersediaan beras melalui program SPHP. Dengan penyaluran yang terus dilakukan, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
Tren Harga dan Persiapan Masyarakat
Selain komoditas utama, beberapa bahan pangan lain seperti cabai dan bawang juga menunjukkan perubahan harga. Fluktuasi ini menjadi perhatian bagi masyarakat, terutama dalam persiapan menjelang Ramadan. Namun, dengan kebijakan pemerintah yang terus dijalankan, masyarakat dapat merasa lebih aman dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Dalam rangka menjaga stabilitas, Bapanas dan instansi terkait terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap harga serta kualitas pangan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua masyarakat dapat mengakses bahan pokok dengan harga yang wajar dan kualitas yang baik.
Stabilitas harga pangan di Jawa Timur menjelang Ramadan 2026 menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan kebijakan yang terarah dan kolaborasi antara Bapanas, Bulog, serta pemerintah daerah, masyarakat dapat merasa tenang dan siap menghadapi momen keagamaan tersebut.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar