Pemantauan Infrastruktur Jalan Nasional di Jawa Timur Jelang Mudik Lebaran 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 24 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia terus memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dalam mendukung arus mudik menjelang perayaan Lebaran. Salah satu upaya yang dilakukan adalah peninjauan langsung oleh Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo ke sejumlah ruas jalan di Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Tuban. Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat saat melakukan perjalanan.
Fokus pada Keamanan Pengendara Roda Dua
Dalam kunjungannya, Menteri PU menekankan pentingnya memastikan kondisi jalan nasional dalam keadaan aman dan nyaman, terutama bagi pengendara roda dua yang menjadi mayoritas pengguna jalan selama musim mudik. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai langkah percepatan perbaikan dan peningkatan kemantapan jalan untuk mengantisipasi potensi gangguan lalu lintas selama periode puncak pergerakan masyarakat.
Kondisi Jalan Nasional di Jawa Timur
Secara umum, jaringan jalan nasional di Jawa Timur mencakup total panjang 2.261,68 km yang terbagi dalam 358 ruas. Selain itu, terdapat 973 jembatan dengan total panjang 34.807,36 meter. Mayoritas dari ruas jalan tersebut berada dalam kategori baik dan sedang, dengan tingkat kemantapan di atas 80 persen. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar jalan nasional di wilayah tersebut dalam kondisi layak digunakan.
Namun, masih ada sejumlah titik kerusakan yang perlu diperhatikan. Sebanyak 13.306 dari total 14.132 titik lubang telah ditangani, sementara sisanya sebanyak 826 titik sedang dalam proses penyelesaian. Selain itu, penanganan marka jalan juga terus dipercepat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Titik Rawan dan Tindakan Pencegahan
Kementerian PU melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali telah mengidentifikasi beberapa titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Beberapa di antaranya termasuk ruas batas Kota Bangkalan–Kabupaten Sampang serta kawasan Alas Baluran di Banyuwangi. Di lokasi-lokasi tersebut, penguatan pengawasan, penambahan rambu peringatan, serta koordinasi intensif bersama kepolisian dan instansi terkait dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, beberapa ruas jalan juga menjadi perhatian karena rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Ruas seperti Ngoro–Mojosari, Ploso–Pacitan–Hadiwarno, Bangil–Pasuruan, serta ruas perbatasan Kabupaten Malang–Kota Lumajang, termasuk di segmen Turen Km 54+500 s.d. Km 60+150, menjadi fokus utama. Personel dan peralatan telah disiagakan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi gangguan akibat cuaca ekstrem.
Persiapan Posko Jalur Lebaran
Untuk memastikan kesiapan secara menyeluruh, BBPJN Jawa Timur–Bali juga menyiapkan posko jalur Lebaran di berbagai satuan kerja wilayah Jawa Timur. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan dan koordinasi terpadu, sehingga dapat memberikan respon yang cepat dan efektif terhadap berbagai situasi yang mungkin terjadi selama masa mudik.
Dengan kesiapan infrastruktur, personel, dan peralatan tersebut, Kementerian PU memastikan konektivitas dan keselamatan perjalanan masyarakat selama periode Lebaran tetap terjaga. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakat saat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. ***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar