MUI Kecam Serangan AS dan Israel terhadap Iran, Minta Pemerintah RI Keluar dari Board of Peace
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mengutuk serangan yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu (28/2/2026), yang berdampak signifikan terhadap situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya, MUI menilai bahwa aksi tersebut tidak hanya melanggar prinsip perdamaian, tetapi juga memperkuat ketidakseimbangan kekuatan yang merugikan rakyat Palestina.
Penjelasan tentang Board of Peace
Board of Peace (BoP) adalah mekanisme internasional yang bertujuan untuk menjaga stabilitas di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam konteks konflik Israel-Palestina. Namun, MUI menyatakan bahwa strategi yang diterapkan oleh AS, sebagai pemain utama dalam BoP, tidak efektif dalam menciptakan perdamaian yang adil. Menurut MUI, BoP justru menjadi alat untuk memperkuat arsitektur keamanan yang timpang dan mengabaikan hak-hak dasar rakyat Palestina.
“Untuk itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia agar mencabut keanggotaan dari BoP karena dipandang tidak efektif mewujudkan kemerdekaan sejati di Palestina,” ujar MUI dalam Tausiyah yang dikeluarkan pada Ahad (1/3/2026).
Desakan untuk Keluar dari BoP
Dalam surat Nomor: Kep-28/DP-MUI/III/2026, Tausiyah MUI ditandatangani oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar dan Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan. Pernyataan ini merupakan respons terhadap tindakan AS dan Israel yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
MUI menilai bahwa serangan yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump bersama Israel terhadap Iran telah memicu perang regional yang melibatkan berbagai kekuatan, baik secara langsung maupun melalui proksi. Hal ini menimbulkan ancaman serius terhadap stabilitas kawasan dan keselamatan warga sipil.
Doa dan Harapan untuk Rakyat Muslim
MUI mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk terus melakukan qunut nazilah secara sungguh-sungguh dalam shalat. Tujuannya adalah untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT terhadap umat Muslim yang sedang mengalami kesulitan, penindasan, atau musibah di berbagai belahan dunia.
“MUI menyerukan kepada PBB dan OKI untuk langkah-langkah maksimal menghentikan perang dan menghormati hukum internasional. MUI berkeyakinan bahwa perang akan mendatangkan kemudhorotan global,” kata MUI dalam pernyataannya.
Kepedulian terhadap Gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran
Serangan AS dan Israel terhadap Iran membuat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei gugur. MUI menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini. Dalam pernyataannya, MUI mengucapkan inna ilaihi raji’un dan mendoakan agar Ali Khamenei menjadi penghuni surga.
“Saya menyampaikan inna ilaihi raji’un. Sebagai syahada kita doakan semoga menjadi penghuni surga, Aamin,” tulis MUI dalam pernyataannya.
Penilaian terhadap Hukum Internasional
MUI mengutuk serangan Israel yang didukung oleh AS karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu “…ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.”
MUI memahami bahwa serangan Iran ke negara teluk adalah sebuah pembalasan atas serangan AS dan Israel yang sasarannya adalah pangkalan militer. Menurut MUI, serangan balasan Iran ini dibenarkan dan dilindungi oleh hukum internasional.
“Karena itu, untuk menghindari eskalasi yang lebih luas, maka Amerika dan Israel harus menghentikan serangan ke Iran karena serangan ini bertentangan dengan Pasal 2 (4) Deklarasi PBB,” tulis dalam poin ketiga.
Peringatan terhadap Potensi Konflik yang Lebih Luas
MUI menilai bahwa serangan militer Israel dan AS terhadap Iran, serta balasan dari Iran, merupakan eskalasi serius yang berpotensi menyeret kawasan Timur Tengah ke dalam konflik terbuka yang lebih luas.
“Situasi ini tidak boleh dipandang sebagai insiden terpisah, melainkan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar. Ini adalah tugas dan tanggung jawab semua negara untuk mewujudkan perdamaian agar dapat melakukan perlindungan maksimal terhadap warga sipil,” tegasnya.
Motif Strategis di Balik Serangan
MUI menilai bahwa motif strategis di balik serangan ini patut diduga sebagai upaya sistematis melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, sekaligus membatasi dukungan Iran terhadap perjuangan untuk kemerdekaan Palestina.
Dalam konteks konflik Israel-Palestina, MUI mendorong berbagai negara untuk menjadi juru damai guna menghentikan serangan militer yang berpotensi menjadi instrumen tekanan politik guna mengamankan dominasi regional Israel atas Palestina.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar