IHSG Alami Penurunan Signifikan, Kembali ke Level 8.298
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Setelah naik signifikan kemarin, indeks kembali terkoreksi sebesar 107 poin atau turun 1,27% ke level 8.298,43 pada sesi kedua perdagangan. Pergerakan ini menunjukkan ketidakstabilan di pasar saham nasional.
Dalam situasi ini, sebanyak 164 saham mengalami kenaikan, sementara 533 saham mengalami penurunan dan 126 saham tidak bergerak. Nilai transaksi menjelang pembukaan mencapai Rp 20,11 triliun, dengan total 46,12 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,66 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga turun ke bawah level Rp 15.000 triliun.
Mayoritas sektor perdagangan mengalami pelemahan, dengan hanya sektor finansial yang berhasil mencatatkan penguatan. Sementara itu, sektor konsumer non primer, properti, dan barang baku mengalami penurunan terbesar hari ini. Beberapa saham seperti AMMN, DSSA, BRPT, BRMS, dan BUMI menjadi pemberat kinerja IHSG hari ini.
Dinamika Tarif Internasional Mempengaruhi Pasar
Perluasan tarif antarnegara menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan pasar. Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif lebih tinggi terhadap negara-negara yang “bermain-main” dengan kesepakatan dagang terbaru. Ancaman ini muncul setelah Mahkamah Agung memblokir banyak tarif global yang sebelumnya diberlakukan.
Kondisi ini memicu evaluasi dari berbagai negara terkait kesepakatan dagang yang masih berlaku setelah putusan tersebut. Uni Eropa menyatakan akan menangguhkan ratifikasi kesepakatan yang dicapai pada musim panas lalu, sementara India juga menunda pembicaraan yang sebelumnya dijadwalkan untuk memfinalisasi kesepakatan terbaru.
Melalui media sosial, Trump menulis bahwa negara mana pun yang ingin “bermain-main” dengan keputusan Mahkamah Agung yang dianggap konyol akan menghadapi tarif yang lebih tinggi dan lebih buruk daripada yang baru saja mereka setujui.
Analisis Teknis dan Peluang Penguatan
Secara teknikal, IHSG saat ini sedang mencoba menembus level psikologis 8.400 yang juga menjadi area resistance. Jika level ini berhasil dilewati, ruang penguatan berikutnya mengarah ke kisaran 8.600 hingga 8.700. Area tersebut merupakan gap yang ditinggalkan IHSG saat terjadi tekanan jual besar pada akhir Januari, ketika MSCI mengumumkan pembekuan terhadap indeks saham Indonesia dan menyatakan potensi penurunan status dari emerging market menjadi frontier market.
Secara historis, gap dalam pergerakan teknikal kerap cenderung tertutup, meski waktunya tidak selalu bisa dipastikan. Dengan momentum saat ini, peluang IHSG untuk mengisi area tersebut tetap terbuka.
Kebijakan Asing dan Investasi
Kabar baik datang dari dana asing yang mulai masuk deras ke pasar saham Tanah Air. Asing mencatat net inflow selama empat hari beruntun dengan nilai Rp 3,2 triliun. Kondisi ini menunjukkan adanya kepercayaan yang meningkat terhadap bursa Indonesia.
Dengan kondisi pasar yang dinamis, investor perlu memperhatikan perkembangan terkini dan mengambil langkah strategis untuk mengoptimalkan investasi. Pergerakan IHSG hari ini menjadi indikator penting bagi para pelaku pasar dalam menentukan arah investasi di masa depan.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar