Perubahan Strategi Investasi Mochtar Riady di Singapura
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(raflesplace.ssg)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Konglomerat Indonesia, Mochtar Riady, sedang mempertimbangkan untuk menjual salah satu gedung pencakar langit yang paling ikonik di Singapura. Gedung tersebut adalah One Raffles Place, yang terletak di kawasan pusat bisnis (CBD) Singapura. Langkah ini dilakukan dalam rangka menyesuaikan strategi investasi keluarga Riady di tengah meningkatnya permintaan terhadap aset properti komersial di negara tersebut.
One Raffles Place terdiri dari tiga bagian utama: menara perkantoran setinggi 62 lantai, blok dengan 38 lantai, dan podium ritel enam lantai. Total luas ruang yang dapat disewakan mencapai lebih dari 65.000 meter persegi. Gedung ini dikelola oleh OUE Commercial REIT, sebuah perusahaan properti yang dimiliki oleh keluarga Riady. Saat ini, penjualan properti ini sedang ditangani oleh konsultan properti CBRE dan JLL.
Tren Investasi Properti di Singapura
Menurut data yang dirilis oleh CBRE, volume investasi di sektor hotel, perkantoran, dan ritel di Singapura meningkat sebesar 18% pada tahun 2025, mencapai angka S$33,9 miliar. Ini menjadi rekor tertinggi dalam delapan tahun terakhir. Peningkatan ini didorong oleh suku bunga yang relatif rendah di Negeri Singa serta minat kuat dari investor institusional terhadap aset-aset berkualitas tinggi di kawasan CBD.
Laporan awal mengenai rencana penjualan One Raffles Place pertama kali diungkap oleh The Business Times. Berdasarkan estimasi, nilai keseluruhan aset dapat mencapai sekitar S$2,4 miliar atau setara US$1,9 miliar. OUE Commercial REIT memiliki sekitar 68% kepemilikan efektif atas properti ini, dengan valuasi tercatat sekitar S$1,9 miliar per akhir Desember 2025.
Evaluasi Pasar dan Proses Penjualan
Manajemen OUE REIT menyatakan bahwa mereka sedang melakukan evaluasi terhadap minat pasar terhadap properti tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada kesepakatan mengikat dalam transaksi ini. “Manajer akan menentukan tindakan yang tepat pada waktunya dengan mempertimbangkan hasil latihan dan kepentingan terbaik dari semua pemegang unit OUE REIT,” kata pihak manajemen.
OUE REIT merupakan unit manajemen properti Singapura dari OUE Ltd, yang dijalankan oleh putra Mochtar Riady, Stephen. Dengan kekayaan bersih sebesar $2,4 miliar, grup Lippo milik keluarga ini memiliki kepentingan di berbagai sektor seperti real estat, ritel, media, layanan kesehatan, dan pendidikan.
Pergerakan Harga Saham
Pengumuman tentang rencana penjualan ini turut memengaruhi harga saham OUE REIT dan OUE. Pada hari Jumat, saham OUE REIT naik sebanyak 4,2%, sementara saham OUE melonjak 4,3%. Hal ini menunjukkan respons positif dari pasar terhadap strategi baru yang diambil oleh keluarga Riady.
Kenaikan Permintaan Investor Institusional
Vijay Natarajan, analis di RHB Bank di Singapura, menyebutkan bahwa kawasan CBD mengalami arus modal masuk yang kuat karena dolar Singapura dipandang sebagai mata uang safe haven. “Ada permintaan yang kuat dari investor institusional untuk aset-aset CBD grade A berkualitas tinggi dengan pasokan baru yang terbatas dan permintaan yang kuat,” ujarnya.
Selain Mochtar Riady, banyak pengusaha lain juga memanfaatkan tren ini. Bulan lalu, Royal Holdings, yang dikendalikan oleh Raj Kumar dan putranya Kishin RK, menjual sebuah klaster ruko di kawasan Orchard Road Singapura seharga S$250 juta. Di sebelahnya, Frasers Property juga sedang mencari pembeli untuk blok hunian dan ritel di belakang pusat perbelanjaan Centrepoint dengan harga S$418 juta melalui penjualan bersama.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar