Reses DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto Soroti Penurunan Bantuan UKT Mahasiswa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto (dk)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Anggota DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyerap berbagai aspirasi warga saat melaksanakan reses tahun sidang kedua masa persidangan kedua Tahun Anggaran 2026 di daerah pemilihannya. Sejumlah persoalan disampaikan masyarakat, terutama terkait kebijakan penurunan bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
Salah satu aspirasi yang paling banyak dikeluhkan warga adalah berkurangnya nominal bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang saku mahasiswa. Achmad menilai, kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan dampak serius, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
“Dalam kegiatan reses di dapil kami, banyak keluhan terkait penurunan bantuan UKT dan uang saku mahasiswa. Ini sangat dikhawatirkan karena berpotensi menyebabkan mahasiswa putus kuliah,” ujar Achmad dalam keterangannya, Sabtu (14/2/2026).
Bantuan Pendidikan Dinilai Krusial Cegah Putus Kuliah
Menurut Achmad, bantuan pendidikan merupakan program strategis yang bertujuan menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi seluruh warga Surabaya, terutama bagi kelompok masyarakat rentan secara ekonomi.
Ia menegaskan, kebijakan bantuan mahasiswa harus berpihak pada keberlangsungan studi mahasiswa yang saat ini masih menjalani perkuliahan.
“Bantuan pendidikan ini penting agar mahasiswa tetap bisa melanjutkan kuliah tanpa terbebani secara ekonomi,” tegasnya.
Dorong Pemkot Tinjau Kebijakan Mahasiswa On Going
Karena itu, Achmad mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk meninjau kembali kebijakan bantuan mahasiswa yang sedang berjalan (on going). Ia menilai, mahasiswa aktif seharusnya tetap menerima bantuan sesuai ketentuan awal hingga menyelesaikan studi.
Sementara jika terdapat perubahan kebijakan, ia menyarankan agar aturan baru diterapkan bagi mahasiswa baru.
“Mahasiswa yang on going sebaiknya dikembalikan nominal bantuannya sampai lulus. Untuk mahasiswa baru, bisa diberlakukan kebijakan yang baru,” kata Achmad.
Usulkan Survei Lapangan Ulang bagi Mahasiswa Rentan
Namun demikian, apabila kebijakan tersebut belum dapat diterapkan secara menyeluruh, Achmad meminta Pemkot Surabaya menyiapkan alternatif berupa survei lapangan ulang. Survei ini difokuskan bagi mahasiswa on going yang merasa keberatan dan benar-benar berada dalam kondisi ekonomi tidak mampu.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar bantuan tetap tepat sasaran serta mencegah meningkatnya angka putus kuliah.
“Kalau belum bisa diterapkan, harapannya ada survei lapangan kembali, khususnya bagi mahasiswa on going yang keberatan dan berpotensi rentan putus kuliah,” tegasnya.
Aspirasi Warga Akan Dikawal di DPRD Surabaya
Achmad menambahkan, seluruh aspirasi warga yang dihimpun dalam kegiatan reses tersebut akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kota Surabaya. Ia memastikan isu bantuan pendidikan akan menjadi perhatian serius dalam kebijakan pendidikan dan penganggaran pemerintah kota ke depan.
“Aspirasi yang disampaikan warga akan kami kawal terus agar bisa menjadi perhatian dalam kebijakan Pemkot Surabaya,” pungkasnya. ***

>
>
>