Prediksi Pergerakan Harga Emas Antam pada Akhir Pekan Ini Jumat 13 Februari 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pasar emas di Indonesia kembali menjadi perhatian investor dan masyarakat luas, terutama setelah harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mengalami fluktuasi dalam beberapa hari terakhir. Prediksi terkini menunjukkan bahwa harga emas Antam akan tetap bergerak dinamis sepanjang minggu ini.
Ibrahim Assuaibi, seorang pengamat pasar komoditas, memberikan analisis terkait kemungkinan arah pergerakan harga emas Antam pada Jumat, 13 Februari 2026. Menurutnya, harga logam mulia tersebut masih memiliki peluang untuk menguat, meskipun tidak bisa diprediksi secara pasti. Ia menjelaskan bahwa level resistensi pertama diperkirakan berada di kisaran Rp 2.800.000 per gram, sedangkan resistensi kedua berada di sekitar Rp 2.900.000 per gram.
Namun, Ibrahim juga menyampaikan bahwa potensi penurunan harga tidak bisa diabaikan. Ia memproyeksikan bahwa harga emas Antam bisa turun ke level support pertama di Rp 2.725.000 per gram dan support kedua di kisaran Rp 2.620.000 per gram. Prediksi ini didasarkan pada data historis dan tren pergerakan harga yang tercatat dalam beberapa bulan terakhir.
Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas batangan Antam pada Kamis (12/2/2026) berada di posisi Rp 2.947.000 per gram. Angka ini menunjukkan adanya penurunan sebesar Rp 7.000 dibandingkan harga sebelumnya, yaitu pada Rabu (11/2/2026), yang mencapai Rp 2.954.000 per gram. Meski mengalami sedikit penurunan, harga emas Antam masih relatif stabil.
Rekor tertinggi sepanjang masa (all time high / ATH) harga emas Antam berada di level Rp 3.168.000 per gram, yang tercatat pada 29 Januari 2026. Angka ini menjadi acuan penting bagi para investor dan pedagang dalam menentukan strategi pembelian maupun penjualan.
Selain itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam pada Kamis (12/2/2026) stabil di level Rp 2.741.000 per gram. Transaksi jual beli emas batangan Antam dikenakan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), pajak yang dikenakan adalah sebesar 1,5%, sementara bagi non-NPWP, besarnya pajak adalah 3%. Pajak ini dipotong langsung dari total nilai buyback.
Perhitungan Pajak dan Regulasi Terkait Penjualan Emas Batangan
Penjualan kembali emas batangan ke Antam (ANTM) dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang NPWP dan 3% bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipangkas langsung dari total nilai buyback. Aturan ini bertujuan untuk menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pajak yang berlaku.
Harga pecahan emas batangan – belum termasuk pajak – yang tercatat di laman Logam Mulia Antam (ANTM) pada Kamis (12/2/2026) menunjukkan variasi berdasarkan ukuran dan jenis emas. Beberapa jenis emas seperti 1 gram, 2 gram, 5 gram, hingga 100 gram memiliki harga yang berbeda-beda, tergantung pada permintaan pasar dan stok yang tersedia.
Strategi Investasi dan Perkembangan Pasar Emas
Banyak investor dan masyarakat umum memperhatikan perkembangan harga emas sebagai bentuk investasi jangka panjang. Emas sering kali menjadi pilihan utama dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi dan inflasi. Prediksi pergerakan harga emas Antam menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan waktu pembelian atau penjualan.
Beberapa ahli ekonomi dan pakar pasar menilai bahwa volatilitas harga emas saat ini wajar, terlebih mengingat kondisi pasar global dan faktor-faktor eksternal yang memengaruhi harga logam mulia. Namun, investor tetap diminta untuk memperhatikan risiko dan mempersiapkan strategi yang matang sebelum melakukan transaksi.
Kondisi Pasar Emas dan Proyeksi ke Depan
Prediksi harga emas Antam pada minggu depan menunjukkan bahwa pasar akan tetap dinamis. Investor disarankan untuk memantau perkembangan harga secara berkala dan memperhatikan berbagai indikator pasar seperti suku bunga, inflasi, serta situasi politik dan ekonomi nasional. Dengan informasi yang akurat dan strategi yang tepat, investor dapat memaksimalkan keuntungan dari investasi emas. ***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar