Apriyani dan Lanny, Strategi Baru PBSI dalam Menghadapi China Masters 2026
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali menunjukkan inovasi dalam strategi pengelolaan atlet. Salah satu langkah yang diambil adalah memperbolehkan dua pemain senior, Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari, untuk tampil dalam beberapa sektor sekaligus pada turnamen BWF Super 100 China Masters 2026. Hal ini menjadi bagian dari upaya PBSI untuk mengoptimalkan potensi para atletnya.
Turnamen yang akan digelar di Ruichang Sports Park Gym, China, pada 10 Maret mendatang, menjadi ajang eksperimen bagi kedua atlet tersebut. Selain berlaga sebagai ganda putri, mereka juga akan mencoba peruntungan di sektor ganda campuran. Ini menunjukkan bahwa PBSI tidak hanya fokus pada spesialisasi, tetapi juga mencari kemungkinan baru dalam pembinaan atlet.
Pemain Muda Berpotensi Ditempatkan Bersama Atlet Senior
Dalam kompetisi ganda campuran, Apriyani Rahayu akan berpasangan dengan Taufik Aderya, sementara Lanny Tria Mayasari akan berduet dengan Daniel Edgar Marvino. Kedua pemain muda ini juga terlibat dalam sektor ganda putra pada turnamen yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa PBSI memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi.
Taufik Aderya, misalnya, baru saja masuk ke Pelatnas Cipayung melalui Seleksi Nasional (Seleknas) pada Februari 2026 lalu. Meskipun demikian, ia diberi kesempatan untuk bermain bersama atlet senior. Sementara itu, Daniel Edgar Marvino juga memiliki rekam jejak dalam kompetisi bulu tangkis.
Kebijakan Main Rangkap Sebagai Langkah Pembinaan Jangka Panjang
Program main rangkap bukanlah hal baru bagi PBSI. Sebelumnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti juga pernah menjalani situasi serupa. Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk menggali potensi maksimal para atlet.
“Tujuannya adalah kami akan memaksimalkan potensi atlet. Kami tidak mau mengotak-ngotakkan. Mungkin mereka mencapai prestasi di level tertentu yang membutuhkan spesifikasi khusus, baru nanti kami akan putuskan spesifikasinya,” ujar Eng Hian.
Langkah ini menunjukkan bahwa PBSI berupaya untuk membuka peluang bagi atlet agar bisa mengeksplorasi berbagai kemampuan mereka. Dengan begitu, atlet tidak hanya terjebak dalam satu sektor, tetapi bisa berkembang secara holistik.
Persiapan dan Tantangan yang Dihadapi
Meskipun program ini menawarkan peluang besar, ada tantangan yang harus dihadapi oleh pasangan-pasangan ‘dadakan’ ini. Baik Taufik Aderya maupun Daniel Edgar Marvino harus memulai pertandingan dari babak kualifikasi. Ini berbeda dengan sektor spesialisasi mereka yang langsung masuk babak utama.
Namun, hal ini juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk membuktikan diri di tingkat internasional. Dengan bermain bersama atlet senior, mereka bisa belajar banyak dari pengalaman dan teknik yang dimiliki para pemain berpengalaman.
Peran PBSI dalam Pengembangan Atlet
Kebijakan PBSI ini menunjukkan bahwa organisasi olahraga nasional tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pengembangan jangka panjang. Dengan memberikan ruang bagi atlet untuk bereksperimen, PBSI berharap dapat melahirkan pemain yang lebih fleksibel dan adaptif dalam berbagai situasi kompetisi.
Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional. Dengan memperluas cakupan pengembangan atlet, PBSI berharap bisa memperkuat posisi Indonesia dalam berbagai turnamen bulu tangkis.
Strategi main rangkap yang diambil oleh PBSI dalam turnamen China Masters 2026 menunjukkan visi yang lebih luas dalam pembinaan atlet. Dengan memberikan kesempatan bagi atlet untuk bermain di berbagai sektor, PBSI berupaya mengoptimalkan potensi yang ada. Program ini juga menjadi langkah penting dalam mempersiapkan atlet Indonesia menghadapi kompetisi internasional yang semakin ketat.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar