Kemensos: Penjelasan Sistem Desil dalam Pemetaan Kesejahteraan Masyarakat Tidak Berdasarkan Pendapatan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sistem desil menjadi salah satu metode penting dalam memetakan tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Dalam konteks penyaluran bantuan sosial, desil digunakan sebagai acuan untuk menentukan kelompok masyarakat yang layak menerima berbagai bentuk bantuan. Namun, terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai bagaimana sistem ini bekerja.
Desil adalah pengelompokan masyarakat menjadi 10 kelompok yang sama besar, masing-masing mencakup 10 persen dari total populasi. Pengelompokan ini dilakukan melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang merupakan database nasional yang mencakup data sosial ekonomi masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk mempermudah pemerintah dalam merancang dan menyalurkan program perlindungan sosial secara tepat sasaran.
Desil Bukan Berdasarkan Pendapatan, Tapi Peringkat Kesejahteraan
Meski banyak orang mengira bahwa desil ditentukan berdasarkan pendapatan per bulan, ternyata hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Joko Widiarto, Kepala Pusat Data dan Informasi Kemensos, menjelaskan bahwa desil bukanlah pengelompokan berdasarkan pendapatan, tetapi lebih pada peringkat kesejahteraan masyarakat. Hal ini diperkuat oleh Amalia Adininggar Widyasanti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), yang menyatakan bahwa pengelompokan desil dilakukan menggunakan 39 variabel sosial ekonomi.
Beberapa variabel yang digunakan antara lain:
– Kondisi perumahan
– Kepemilikan aset
– Pengeluaran rumah tangga
– Akses terhadap pendidikan dan layanan dasar
Dengan pendekatan ini, desil memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat, bukan hanya sekadar berdasarkan angka pendapatan.
Cara Cek Desil untuk Menerima Bansos
Masyarakat yang ingin mengetahui status desil mereka dapat melakukan pengecekan melalui berbagai saluran resmi. Salah satunya adalah aplikasi Cek Bansos Kemensos yang bisa diunduh di Play Store atau App Store. Proses pendaftaran dan login cukup mudah, dengan langkah-langkah seperti:
– Unduh aplikasi
– Login dengan akun yang sudah terdaftar
– Isi data diri, termasuk NIK, nomor KK, foto KTP, dan swafoto
– Setelah akun aktif, masuk ke menu “Profil” untuk melihat informasi desil bansos
Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id. Fitur ini sangat membantu masyarakat dalam memantau status penerima bantuan sosial secara real-time.
Klasifikasi Desil dan Hak Bantuan Sosial
Berdasarkan klasifikasi desil, masyarakat memiliki hak-hak tertentu dalam menerima bantuan sosial. Contohnya:
– Desil 1-4: Penerima Program Keluarga Harapan (PKH)
– Desil 1-5: Penerima Program Sembako
– Desil 1-5: Penerima bantuan iuran jaminan kesehatan
– Desil 1-5: Penerima bantuan program asisten rehabilitasi sosial
– Desil 1-5: Penerima bantuan program kesejahteraan sosial di lingkungan Kemensos
Dengan demikian, sistem desil tidak hanya berfungsi sebagai alat pemetaan, tetapi juga menjadi landasan dalam menentukan prioritas penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan efisien.
Pentingnya Memahami Sistem Desil
Pemahaman yang baik tentang sistem desil sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam memastikan bahwa bantuan sosial yang diterima sesuai dengan kebutuhan dan kondisi nyata. Dengan informasi yang transparan dan akses yang mudah, masyarakat dapat lebih percaya pada sistem pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial.***

>
>
>
Saat ini belum ada komentar