Waspada Penyakit Musim Hujan di Surabaya: Tiga Ancaman Kesehatan yang Harus Diketahui
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Musim hujan sering kali menjadi momok bagi masyarakat, terutama di kota-kota yang memiliki curah hujan tinggi seperti Surabaya. Kondisi lingkungan yang lembap dan basah memicu penyebaran berbagai penyakit yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat. Berikut adalah tiga jenis penyakit yang paling umum muncul selama musim hujan.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Salah satu penyakit yang sering menyerang saat musim hujan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Penyakit ini disebabkan oleh virus influenza yang mudah menular melalui droplet atau air liur dari orang yang terinfeksi. Gejalanya bervariasi mulai dari batuk, demam, hingga sakit kepala. Menurut dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya (FIK UMSURA), Firman, virus ini dapat menyebar dengan cepat jika seseorang tidak menjaga kebersihan diri.
“Virus ini menular melalui air liur atau droplet dari orang yang terinfeksi. Ketika sudah mulai muncul gejala bersin atau batuk, maka virus influenza akan terbawa oleh percikan air liur dan droplet. Saat itulah bisa terjadi penularan, jika droplet terhirup atau terpapar pada orang lain,” jelasnya.
Demam Berdarah Dengue (DBD)
Penyakit kedua yang sering muncul selama musim hujan adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang berkembang biak di tempat-tempat yang tergenang air. Kondisi lingkungan yang lembap dan basah sangat ideal untuk perkembangan nyamuk ini.
“Nyamuk Aedes aegypti bisa menggigit berulang kali. Pada saat nyamuk ini menggigit, selanjutnya dia memasukkan air liur yang terdapat virus dengue ke dalam tubuh manusia. Maka di sinilah proses infeksi dimulai hingga menyebabkan penyakit demam berdarah,” ujarnya.
Diare
Diare juga menjadi salah satu penyakit yang sering muncul saat musim hujan. Gangguan pencernaan ini ditandai dengan feses encer saat buang air besar lebih dari tiga kali sehari. Penyebab utamanya adalah makanan yang terkontaminasi kuman, bakteri, atau parasit. Terlebih lagi, kondisi cuaca yang tidak menentu bisa memperparah risiko terkena diare.
“Diare tidak bisa dianggap remeh, apalagi pada balita dapat menimbulkan kondisi emergency. Kehilangan cairan yang banyak akibat diare, seseorang bisa mengalami syok hipovolumik yang ditandai dengan kesadaran menurun, tekanan darah turun secara drastis dan denyut nadi melemah,” jelasnya.
Langkah Pencegahan yang Efektif
Agar tubuh tetap sehat selama musim hujan, ada beberapa langkah penting yang harus dilakukan. Berikut adalah beberapa cara pencegahan yang bisa diterapkan:
- Jaga Kebersihan: Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
- Hindari Kontak Langsung: Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami flu dan batuk.
- Lakukan 3M: Menguras, Menutup, Mendaur ulang dan Menabur bubuk abate.
- Konsumsi Makanan Bergizi: Konsumsi makanan bergizi, buah, dan sayur untuk menjaga sistem kekebalan tubuh.
Dengan melakukan langkah-langkah tersebut, risiko terserang penyakit musim hujan bisa diminimalkan. Selain itu, penting untuk tetap waspada dan menjaga pola hidup yang sehat.

>

Saat ini belum ada komentar