Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares: Fokus pada Proses, Bukan Janji Gelar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bernardo Tavares, pelatih baru Persebaya Surabaya, mengakui bahwa tekanan untuk membawa klub kembali meraih gelar juara sangat besar. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan membuat janji-janji yang tidak realistis. Dalam wawancara dengan media, Tavares menekankan bahwa tujuan utamanya adalah membangun tim secara bertahap dan berfokus pada proses perbaikan.
“Saya bukan penyihir. Saya tidak datang dan berkata: oh, sekarang kami akan memenangkan semua pertandingan,” ujarnya. Ia menyadari bahwa Persebaya, yang dikenal sebagai salah satu klub terbesar di Indonesia, telah lama tidak meraih gelar juara sejak 2004. “Gelar terakhir adalah tahun 2004, sudah 22 tahun yang lalu. Jadi, kami tidak bisa mengubah sesuatu dengan cepat. Kami harus melakukan (perubahan) step by step,” tambahnya.
Tavares juga mengungkapkan bahwa ia tidak ingin mengambil risiko dengan memberikan harapan yang terlalu tinggi kepada para penggemar dan pemain. “Untuk saat ini, kami harus membumi. Karena ada tim yang memiliki 37, 36, dan 35 poin. Akan sangat sulit jika saya bilang kami akan jadi juara. Jika saya bilang seperti itu, kalian akan berpikir bahwa aku bodoh,” katanya.
Pendekatan Realistis dan Berorientasi Jangka Panjang
Meskipun tidak membuat janji gelar, Tavares tetap optimis bahwa Persebaya bisa mencapai prestasi terbaik. Ia ingin mengukir sejarah bersama Green Force, seperti yang pernah ia lakukan dengan PSM Makassar. “Saya sudah membuat sejarah yang bagus dengan PSM Makassar. Sekarang, saatnya saya mencoba untuk membuat sejarah yang bagus pula untuk Persebaya,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pendekatan yang akan ia terapkan adalah fokus pada proses dan pembangunan tim secara bertahap. “Saya ingin memberikan yang terbaik bagi tim barunya. Tapi, saya juga realistis. Saya tidak bisa berjanji apapun. Saya hanya bisa bekerja keras dan memberikan motivasi kepada semua pemain,” kata mantan pelatih Helsinki IFK tersebut.
Persiapan Tim dan Kehadiran Asisten Pelatih
Tavares tidak datang sendirian ke Surabaya. Ia membawa asistennya dari PSM Makassar, Renato Duarte, yang akan membantunya dalam mengatur strategi dan manajemen tim. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak semua pemain PSM akan ikut ke Persebaya. “Beberapa pemain PSM memang mengontak saya setelah tahu saya ke sini (Persebaya). Tapi kami harus respek, karena mereka masih memiliki kontrak dengan PSM,” ujarnya.
Selain itu, Tavares juga sedang mencari pemain baru untuk memperkuat skuad Persebaya. Ia mengaku sudah mulai memproses rekrutan sejak deal dengan klub. “Saya sudah mencari pemain baru sejak deal. Persebaya tinggal umumkan namanya,” kata pelatih kelahiran 2 Mei 1980 tersebut.
Menghadapi Tekanan dari Penggemar
Tavares juga menyadari bahwa tekanan dari Bonek, suporter Persebaya, sangat besar. Ia meminta penggemar untuk tidak menyoraki pemain dan mengubah kebiasaan buruk yang sering terjadi selama pertandingan. “Saya meminta Bonek dan Bonita untuk mengubah kebiasaan buruk. Jangan soraki pemain, tapi dukung mereka dengan cara yang positif,” ujarnya.
Masa Depan Persebaya dengan Tavares
Dengan pendekatan realistis dan fokus pada proses, Tavares berharap dapat membawa Persebaya menuju masa depan yang lebih cerah. Ia yakin bahwa dengan kerja keras dan komitmen yang kuat, tim bisa mencapai prestasi yang lebih baik. “Saya percaya bahwa hasil dalam setiap laga tidak bisa ditebak. Kami bisa kalah, kami bisa juga seri. Tapi saya berharap kami akan meraih kemenangan lebih banyak,” katanya.
Dengan visi yang jelas dan tekad yang kuat, Bernardo Tavares siap menghadapi tantangan baru sebagai pelatih Persebaya Surabaya.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar