Inflasi Jawa Timur pada Akhir Tahun 2025 Menunjukkan Kenaikan yang Signifikan 2,93 Persen
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM –Â Laju inflasi di Jawa Timur (Jatim) pada tahun 2025 tercatat sebesar 2,93 persen secara year on year (y-on-y). Angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 110,25 pada Desember 2025. Dalam skala bulanan, inflasi Jatim pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar 0,76 persen (month to month), yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun.
Wilayah dengan Inflasi Tertinggi dan Terendah
Secara regional, Kabupaten Sumenep menjadi wilayah dengan inflasi tertinggi di Jawa Timur, yaitu sebesar 3,75 persen, dengan IHK sebesar 113,82. Sementara itu, Kabupaten Gresik mencatat inflasi terendah, sebesar 2,44 persen, dengan IHK sebesar 108,32.
Menurut Kepala BPS Jawa Timur, Zulkipli, tekanan inflasi secara tahunan terutama dipicu oleh kenaikan harga di hampir seluruh kelompok pengeluaran. “Secara year on year, inflasi Jawa Timur didorong oleh kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran,” ujar Zulkipli.
Kelompok Pengeluaran yang Mempengaruhi Inflasi
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan indeks sebesar 4,19 persen. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya harga berbagai komoditas pangan sepanjang 2025.
Lonjakan paling tajam terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang melonjak sebesar 15,26 persen. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan jasa perawatan serta penyesuaian tarif di sektor tersebut.
Tekanan inflasi juga datang dari kelompok kesehatan yang naik sebesar 2,08 persen, transportasi sebesar 1,82 persen, serta pendidikan yang meningkat sebesar 1,74 persen.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi sebesar 1,49 persen, diikuti penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,18 persen, serta rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,96 persen.
Kelompok yang Mengalami Deflasi
Di tengah tekanan tersebut, satu-satunya kelompok yang mencatat penurunan indeks harga adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang mengalami deflasi sebesar 0,53 persen. Penurunan ini dipengaruhi oleh kompetisi layanan dan penyesuaian tarif di sektor digital dan keuangan.
Faktor Pendorong Inflasi
Beberapa faktor utama yang memengaruhi kenaikan inflasi di Jawa Timur antara lain:
- Kenaikan harga komoditas pangan: Harga berbagai komoditas pangan meningkat sepanjang tahun 2025.
- Peningkatan permintaan menjelang akhir tahun: Permintaan terhadap kebutuhan pangan, transportasi, dan jasa meningkat.
- Penyesuaian tarif di sektor jasa: Tarif jasa perawatan dan layanan digital mengalami penyesuaian.
Prediksi dan Tantangan di Tahun 2026
Meskipun inflasi Jawa Timur pada akhir tahun 2025 menunjukkan kenaikan, para ahli ekonomi memperkirakan bahwa tekanan inflasi akan tetap terkendali di tahun 2026. Namun, risiko inflasi menjelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih menjadi perhatian khusus bagi Bank Indonesia (BI).***





Saat ini belum ada komentar