Pemprov Jatim dan Konjen RRT, Kerja Sama Fokus pada Pendidikan dan Perdagangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM –Ā Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus memperkuat hubungan kerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Salah satu langkah penting dalam menjalin kemitraan ini adalah pertemuan antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Konsul Jenderal RRT Ye Su. Pertemuan yang berlangsung di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu (3/1), menjadi momen strategis untuk membahas penguatan kolaborasi di berbagai sektor.
Pengembangan SDM sebagai Prioritas Utama
Salah satu fokus utama dalam diskusi tersebut adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Khofifah menyampaikan bahwa Jatim telah menyiapkan ekosistem pendidikan yang komprehensif, termasuk sekolah-sekolah unggulan berasrama yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Sekolah-sekolah ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan kepemimpinan, tetapi juga memberikan dasar kuat untuk daya saing global.
“Kami memiliki enam sekolah berasrama yang dirancang untuk menghasilkan generasi muda yang tangguh. Dengan basis pendidikan yang baik, kami siap memfasilitasi peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok,” ujarnya.
Selain itu, Khofifah menjelaskan mekanisme penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia, yang terdiri dari tes dan non-tes. Ia menekankan bahwa siswa Jatim konsisten menduduki peringkat teratas dalam penerimaan perguruan tinggi, baik melalui jalur tes maupun non-tes.
Kolaborasi di Bidang Manufaktur dan Ekspor
Di sisi lain, kerja sama antara Jatim dan RRT juga difokuskan pada pengembangan sektor manufaktur serta peningkatan ekspor produk lokal. Khofifah menyatakan bahwa Jatim memiliki basis industri yang kuat dan siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur.
“Kontribusi industri manufaktur Jatim pada triwulan III tahun 2025 mencapai 31,16%, lebih tinggi dari rata-rata nasional,” jelasnya.
Salah satu komoditas unggulan yang dibahas adalah ekspor sarang burung walet ke Tiongkok. Khofifah menilai bahwa Jatim memiliki potensi besar dalam sektor ini. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan standarisasi produk agar dapat memenuhi ekspor internasional.
“Sarang burung walet adalah peluang besar bagi Jatim. Kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan jika standar yang tepat dan kerja sama yang kuat terjalin,” tambahnya.
Tanggapan Konjen RRT
Konjen RRT Ye Su memberikan apresiasi atas komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat kerja sama strategis dengan Tiongkok. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Jatim menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan SDM dan memperluas peluang kolaborasi internasional.
Ia juga menilai bahwa kesiapan ekosistem pendidikan, dukungan terhadap pengembangan industri manufaktur, serta potensi ekspor Jatim menjadi fondasi kuat untuk mempererat kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan antara Tiongkok dan Jatim.
“Kami terbuka untuk memperluas kerja sama, baik melalui beasiswa, pelatihan, maupun kolaborasi di bidang manufaktur dan perdagangan,” pungkasnya.
Pertemuan antara Pemprov Jatim dan Konsul Jenderal RRT Ye Su menunjukkan komitmen kuat dalam membangun hubungan yang saling menguntungkan. Fokus pada pengembangan SDM, manufaktur, dan ekspor menunjukkan visi jangka panjang yang sejalan dengan kebutuhan pasar global. Dengan kerja sama yang terjalin, Jatim dan Tiongkok diharapkan bisa menciptakan sinergi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi kedua belah pihak.***

>
>
>

Saat ini belum ada komentar