Mengenal Super Flu, Wabah Baru yang Muncul di Indonesia
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Setelah pandemi Covid-19, ancaman wabah kembali menghantui Indonesia. Super Flu, penyakit pernapasan dengan tingkat penularan tinggi, kini dilaporkan mulai muncul dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat.
Varian virus Influenza A (H3N2) subclade K yang dikenal sebagai ‘super flu‘ disebut bisa memicu gejala yang lebih berat dan berisiko komplikasi, utamanya pada kelompok rentan.
Meski masih tergolong influenza musiman, mutasi pada subclade K membuat virus ini lebih agresif dibanding flu biasa.
Kemenkes menyebut hingga akhir Desember 2025, tercatat ada 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak.
Adapun secara global, peningkatan kasus influenza A (H3N2) mulai terpantau di Amerika Serikat sejak akhir September 2025, seiring dengan masuknya musim dingin.
Subclade K pertama kali terdeteksi oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC) AS pada Agustus 2025 dan hingga kini dilaporkan telah menyebar di lebih dari 80 negara.
Kasus Super Flu Indonesia
Berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) hingga akhir Desember 2025, tercatat sebanyak 62 kasus influenza A subclade K ditemukan di delapan provinsi.
Tiga provinsi dengan jumlah kasus terbanyak antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, dalam siaran persnya menyebutkan sebagian besar kasus ditemukan pada perempuan dan kelompok usia anak.
Dari 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel menjalani pemeriksaan WGS. Seluruh varian yang terdeteksi merupakan varian yang dikenal dan bersirkulasi secara global.
Kendati demikian, Prima mengklaim situasi “super flu” masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan keparahan dibandingkan dengan varian lainnya.
“Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A jenis H3N2 subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan. Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” papar Prima.
Gejala Super Flu
Flu biasa: Memicu gejala umum influenza seperti demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, kelelahan, dan sakit kepala.
Super flu: Gejalanya mirip flu biasa, tetapi dalam beberapa wilayah dilaporkan gejala yang lebih berat secara kolektif dan tingkat rumah sakit yang lebih tinggi, hal yang mendorong media luar negeri menyebutnya “super flu”.
Dilansir dari Time, Berikut gejala super flu:
– Demam tinggi mendadak disertai menggigil.
– Kelelahan berat (extreme fatigue).
– Nyeri otot dan sendi intens.
– Sakit kepala hebat.
– Batuk kering yang persisten.
– Sakit tenggorokan.
– Hidung tersumbat atau pilek.
– Mual, muntah, atau diare (lebih sering terjadi terutama pada anak-anak).
– Onset (munculnya gejala) sering lebih cepat dan tajam.
– Tingkat keparahan gejala lebih tinggi, misalnya demam yang lebih tinggi, rasa sakit yang lebih intens, dan kelelahan yang lebih parah. (sms)
- Penulis: Shinta ms

>
>
>
