Tradisi Unik di Jember: Ribuan Warga Rayakan Tahun Baru dengan Salawat dan Doa
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah hujan deras yang mengguyur kota Jember, ribuan warga tetap memadati Alun-alun Kabupaten Jember untuk merayakan pergantian tahun 2026. Acara yang berlangsung pada malam 31 Desember 2025 menunjukkan semangat luar biasa dari masyarakat setempat, yang memilih cara unik dalam menyambut tahun baru.
Kegiatan yang Berbeda dari Biasanya
Berbeda dengan perayaan tahun baru yang biasanya diisi dengan hiburan musik atau pesta kembang api, masyarakat Jember memilih untuk mengisi malam pergantian tahun dengan gema salawat dan doa bersama. Suasana religius ini mencerminkan kekayaan budaya lokal yang terus dilestarikan meski di tengah tantangan cuaca.
Para jemaah duduk beralaskan tikar sementara payung dan jas hujan digunakan sebagai perlindungan dari gerimis yang turun sejak pukul 21.30. Lantunan salawat menggema di sekitar alun-alun, menciptakan suasana yang khusyuk dan penuh makna.
Antusiasme Masyarakat yang Tak Terbendung
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang tetap hadir meskipun cuaca tidak bersahabat. Ia menekankan bahwa momentum pergantian tahun menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik.
“Gerimis tidak mengurangi semangat masyarakat Jember untuk memulai tahun baru dengan salawat dan doa agar Jember dan warganya mendapat keberkahan,” ujarnya dalam sambutan.
Pengasuh Pondok Pesantren Beri Pesan Penting
Pengasuh Ponpes Riyadlus Sholihin, KH Musoddiq Fikri, juga memberikan pesan penting tentang makna pergantian tahun. Menurutnya, momen ini bukan hanya sekadar berganti angka, tetapi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki diri.
“Surga itu bukan untuk orang yang tidak punya dosa, tapi untuk orang yang mau bertaubat dan terus berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan,” katanya.
Pilihan Alternatif dalam Merayakan Tahun Baru
Perayaan tahun baru dengan salawat dan doa bersama menjadi pilihan alternatif bagi masyarakat Jember yang ingin merayakan dengan cara yang lebih bermakna. Hal ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih sangat kuat di kota ini, bahkan dalam situasi yang kurang ideal.
Keberlanjutan Budaya Lokal
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa masyarakat Jember tidak hanya memperhatikan aspek hiburan dalam merayakan tahun baru, tetapi juga memprioritaskan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan. Dengan demikian, tradisi salawat dan doa bersama bisa menjadi contoh bagaimana masyarakat dapat merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bermakna dan berkelanjutan. ***

>
>
Saat ini belum ada komentar