Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Banjir dan Longsor Hancurkan Rumah dan Lahan Warga Sukabumi

Banjir dan Longsor Hancurkan Rumah dan Lahan Warga Sukabumi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.


DIAGRAMKOTA.COM 
– Curah hujan yang tinggi dan berlangsung lama memicu berbagai bencana hidrometeorologi di beberapa daerah Kabupaten Sukabumi, Minggu (28/12/2025).

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di Kecamatan Purabaya, di mana banjir menggenangi puluhan hektare lahan pertanian di Gegerbitung. Banjir juga menyerang tiga desa yang berada di Kecamatan Cireunghas.

Di Kecamatan Purabaya, banjir dan tanah longsor terjadi akibat meluapnya Sungai Cimerang yang merusak permukiman warga di Desa Cimerang sekitar pukul 22.20 WIB.

Data sementara P2BK Purabaya menunjukkan 27 rumah terkena dampak, yaitu 7 rumah rusak parah dan 20 rumah rusak sedang, serta lima rumah warga harus mengungsi.

“Selain permukiman, bencana ini juga merusak tiga musala, satu jembatan, sekitar sembilan hektar lahan pertanian, serta sektor peternakan yang meliputi sembilan ekor kambing dan satu kolam ikan,” kata Petugas P2BK Purabaya, Yanto Prayitno, Senin (29/12/2025).

Saat ini pihak terkait langsung bertindak mengatasi masalah sejak menerima laporan kejadian.

Kami berkoordinasi dengan perangkat desa, kecamatan, Koramil dan Polsek, selanjutnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Kami juga mengajak warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana lanjutan,”

Di sisi lain, banjir juga mengguyur Kecamatan Gegerbitung pada hari Minggu sore sekitar pukul 17.15 WIB. Meluapnya Sungai Cimandiri menyebabkan sekitar 30 hektare lahan persawahan terendam, sebagian besar dari mereka sudah memasuki masa panen.

Petugas P2BK Gegerbitung, Ofiek, menyebutkan bahwa dampak paling besar dirasakan oleh sektor pertanian.

“Air Sungai Cimandiri meluap dan menggenangi sekitar 30 hektare lahan persawahan yang sebagian besar sudah siap dipanen. Dampak utamanya terjadi di bidang pertanian, sedangkan untuk rumah warga tidak ada laporan adanya gangguan,” ujar Ofiek.

Ia menuturkan, lahan pertanian yang terkena dampak berada di Desa Caringin dan Desa Cijurey, Kecamatan Gegerbitung. Meski tidak menyebabkan korban jiwa, kerugian yang dialami petani diperkirakan cukup besar.

“Perkiraan kerugian masih dalam tahap pengumpulan data,” katanya.

Bencana banjir juga menimpa tiga desa di Kecamatan Cireunghas, yaitu Desa Cireunghas, Desa Bencoy, dan Desa Cikurutug, akibat meluapnya Sungai Cikupa dan Sungai Cimandiri setelah hujan mengguyur daerah tersebut dari pagi hingga malam.

Kepala Kepolisian Resor Kota Sukabumi, AKBP Rita Suwadi, langsung hadir di lokasi bersama puluhan anggota untuk memimpin penanganan bencana.

Pengelolaan dilakukan secara menyeluruh bersama BPBD Kabupaten Sukabumi, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Dinas Pekerjaan Umum, termasuk melakukan penghisapan air dan kegiatan pembersihan di rumah warga yang pernah terendam dengan ketinggian air sekitar 70 sentimeter.

“Banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Cikupa dan Cimandiri. Meskipun curah hujan tidak begitu lebat, tetapi berlangsung terus-menerus dari pagi hingga malam hari, sehingga menyebabkan banjir di tiga desa,” katanya.

Ia mengatakan, banjir memengaruhi 25 rumah di Desa Cireunghas, 15 rumah di Desa Bencoy, dan 5 rumah di Desa Cikurutug.

“Situasi kini mulai bisa dikendalikan. Air perlahan berkurang setelah dilakukan pengurasan dan kegiatan pembersihan,” katanya.

Untuk menghindari banjir lanjutan, Polres Sukabumi Kota telah bekerja sama dengan Dinas PU Kabupaten Sukabumi dalam melakukan pembersihan saluran air.

“Kami juga telah menyiapkan langkah pencegahan. Jika banjir terulang, warga akan sementara dievakuasi ke halaman Mako Polsek dan akan dibangun tenda pengungsian,” tutup Rita. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Kota Surabaya Tinjau Langsung Progres Pengerjaan IPAM Karangpilang IV Perumdam Surya Sembada

    DPRD Kota Surabaya Tinjau Langsung Progres Pengerjaan IPAM Karangpilang IV Perumdam Surya Sembada

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 150
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya melakukan tinjauan lapangan ke proyek Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang IV milik Perumda Air Minum (Perumdam) Surya Sembada di Karangpilang, Surabaya. IPAM Karangpilang IV ini mengadopsi teknologi pengolahan air terbaru sistem hi-rate yang minim lahan, hemat energi, dan ramah lingkungan. Kunjungan dipimpin […]

  • Sri Mulyani: Pemerintah Alokasikan APBN 2025 Sebesar Rp 75,63 Triliun Untuk Capai Visi Indonesia Emas 2045

    Sri Mulyani: Pemerintah Alokasikan APBN 2025 Sebesar Rp 75,63 Triliun Untuk Capai Visi Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 234
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 75,63 triliun dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa RAPBN 2025 disusun sebagai APBN transisi untuk mempersiapkan pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mulai Oktober 2024. RAPBN 2025 bertujuan […]

  • Meski Didemo Tukang Jagal Se-Surabaya, Dirut RPH Bersikukuh RPH Pegirian Pindah ke Osowilangun

    Meski Didemo Tukang Jagal Se-Surabaya, Dirut RPH Bersikukuh RPH Pegirian Pindah ke Osowilangun

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 54
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM  – Aksi penolakan dan demonstrasi tukang jagal se-Surabaya tak mengubah sikap manajemen PT RPH Surabaya Perseroda. Direktur Utama RPH Surabaya Fajar Arifianto Isnugroho menegaskan relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun tetap berjalan sesuai rencana. Menurutnya, relokasi tersebut bukan sekadar kebijakan penataan kawasan, melainkan upaya meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan pemotongan hewan di Kota Surabaya. […]

  • Fenerbahçe ,Kasımpaşa

    Kehilangan Gol dalam Babak Pertama: Fenerbahçe dan Kasımpaşa Bermain Tanpa Gol

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 25
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pertandingan antara Fenerbahçe dan Kasımpaşa dalam laga lanjutan Liga Super Turki (Trendyol Süper Lig) berakhir dengan skor 0-0 di babak pertama. Meskipun kedua tim menciptakan beberapa peluang, mereka gagal memanfaatkannya untuk mencetak gol. Babak pertama dipenuhi dengan momen-momen menegangkan yang menguji ketangguhan para penjaga gawang. Kiper yang Memegang Nasib Tim Kiper Fenerbahçe, Ederson, dan […]

  • Polres Bondowoso Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Menjelang Ramadan

    Polres Bondowoso Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Menjelang Ramadan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 248
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menjelang bulan suci Ramadan 2025, Polres Bondowoso melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan bahan pokok di gudang Bulog. Kapolres Bondowoso AKBP Harto Agung Cahyono, S.H., S.I.K., M.H. bersama pimpinan Bulog Bondowoso, Hesti Retno Kusumastuti, turun langsung untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap aman bagi masyarakat. Dalam kunjungannya pada Selasa (18/2/2025), Kapolres menyatakan bahwa pengecekan […]

  • Kesiapsiagaan Bencana ,Kabupaten Jember, BPBD, Destana

    Anggaran Kebencanaan Kabupaten Blitar Menghadapi Tantangan Efisiensi

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Blitar kini menghadapi tantangan dalam pengelolaan anggaran kebencanaan yang terbatas. Dalam tahun 2026, BPBD Kabupaten Blitar hanya mendapat alokasi sebesar Rp 300 juta untuk menangani berbagai jenis bencana. Anggaran ini dianggap cukup ketat mengingat kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terus berlangsung hingga April 2026. Penyebab Pengurangan Anggaran Kebencanaan Menurut Kepala Pelaksana BPBD […]

expand_less