Padang Kebut Normalisasi Perubahan Aliran Sungai Dan Saluran Irigasi Akibat Bencana
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sab, 20 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Banjir yang terjadi di Kota Padang pada 28 November 2025 tidak hanya menyebabkan genangan air di permukiman penduduk, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi sungai serta sistem irigasi di berbagai daerah.
Kekuatan aliran air pada saat peristiwa menyebabkan perubahan arah sungai, erosi tebing, serta penyempitan sungai akibat endapan bahan banjir seperti pasir, tanah liat, kayu, dan batuan.
Pascabencana tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bergerak cepat melakukan penanganan dengan menormalisasi aliran sungai dan saluran irigasi yang terdampak.
Normalisasi dilakukan menggunakan alat berat guna mengembalikan fungsi sungai dan irigasi agar mampu menampung dan mengalirkan debit air secara optimal.
Pengadaan sungai dilakukan di beberapa lokasi penting, termasuk Kampung Tanjung, Kelurahan Gunung Sarik, pada Jumat, 19 Desember 2025.
Selain itu, kegiatan juga mencakup aliran Sungai Kuranji hingga kawasan Batu Busuk, serta beberapa aliran sungai lain yang mengalami perubahan arus dan penyempitan setelah banjir bandang.
Tidak hanya sungai besar, Dinas PUPR Kota Padang juga melakukan normalisasi pada jaringan irigasi yang terdampak banjir.
Pengelolaan dilakukan di wilayah Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kubu Utama Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, serta tempat-tempat lain yang mengalami penyumbatan saluran air akibat material banjir yang terbawa oleh aliran air.
Di setiap lokasi, alat berat difungsikan untuk membersihkan endapan material, memperbaiki alur aliran air, serta menata kembali tebing sungai dan dinding irigasi yang mengalami kerusakan.
Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air, mencegah terjadinya genangan, serta menekan risiko banjir susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi.
Dinas PUPR menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi ini akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, dengan memperhatikan tingkat kerusakan serta prioritas penanganan di setiap daerah.
Pemerintah Kota Padang juga mengajarkan warga, khususnya yang tinggal di sekitar tepi sungai dan saluran irigasi, untuk tetap waspada serta aktif menjaga kebersihan lingkungan.
Melalui upaya normalisasi yang dilakukan secara menyeluruh, Pemko Padang berharap sistem pengendalian air di kota ini dapat kembali beroperasi secara maksimal dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi di masa depan. ***





Saat ini belum ada komentar